SURABAYA — Suasana penuh persahabatan mewarnai Resepsi Hari Nasional ROC (Taiwan) ke-115 yang digelar di JW Marriott Hotel Surabaya, Rabu malam (7/10).
Sekitar 400 tamu dari berbagai kalangan di Indonesia bagian timur serta diaspora Taiwan hadir dalam kegiatan yang dipimpin Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, David Lin.
Baca juga: Anggaran Pendidikan Surabaya 2027 Naik 22 Persen, DPRD Soroti Kualitas Sarpras Sekolah
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi momentum peringatan hari nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan Taiwan dan Indonesia, khususnya di kawasan Jawa Timur dan Indonesia bagian timur.
Dalam sambutannya, David Lin menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan President Lai Ching-te, Taiwan terus membawa visi “Taiwan yang Demokratis, Melangkah Bersama Dunia”.
Menurutnya, Taiwan kini memiliki posisi penting dalam rantai nilai demokrasi global, sekaligus dalam rantai pasok internasional, terutama melalui kekuatan teknologi dan industri.
“Mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya merupakan tujuan penting Taiwan, tetapi juga merupakan kepentingan bersama komunitas internasional,” ujar David Lin.
Ia juga menyinggung dinamika hubungan lintas Selat Taiwan. David menegaskan posisi Taiwan terkait Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2758. Menurutnya, resolusi tersebut tidak menyebut Taiwan maupun mengatur status internasional Taiwan.
Di tengah tantangan global, Taiwan juga disebut terus berupaya memberikan kontribusi melalui berbagai inisiatif internasional, termasuk RISK Initiative for International Submarine Cable Risk Management atau inisiatif manajemen risiko kabel bawah laut internasional.
David Lin menilai Taiwan memiliki modal kuat untuk berkontribusi dalam perkembangan teknologi dunia. Sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dunia, Taiwan memiliki kapasitas di bidang inovasi teknologi, manufaktur serta penelitian dan pengembangan.
Terlebih pada industri semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Taiwan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong perkembangan teknologi global.
Hubungan Taiwan-Indonesia Terus Menguat
Hubungan Taiwan dan Indonesia juga menjadi salah satu sorotan dalam sambutan David Lin.
Ia menyebut Indonesia saat ini merupakan mitra dagang Taiwan terbesar ke-15, dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai sekitar US$11,265 miliar.
Di Jawa Timur, investasi pengusaha Taiwan juga terus berkembang. Lebih dari 140 perusahaan hasil investasi langsung pengusaha Taiwan telah berdiri di wilayah tersebut dan menciptakan sekitar 55.000 lapangan pekerjaan.
Investasi tersebut, kata David, tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga turut mendorong peningkatan kemampuan teknologi industri lokal.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Polrestabes Surabaya Ajak Warga Semarakkan Kemerdekaan dengan Lomba Tradisional
Kerja sama kedua pihak juga berkembang di sektor pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.
Saat ini, lebih dari 350.000 warga Indonesia berada di Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 330.000 merupakan pekerja migran Indonesia, sementara jumlah mahasiswa Indonesia telah melampaui 20.000 orang.
Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu sumber mahasiswa internasional terbesar bagi Taiwan.
David Lin juga menilai keberadaan para alumni pendidikan Taiwan di berbagai wilayah Indonesia bagian timur menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Tahun ini, TETO Surabaya bersama berbagai pihak juga sukses menyelenggarakan Surabaya International Medical Symposium. Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh konkret upaya memperluas kerja sama Taiwan dengan Indonesia bagian timur, khususnya di bidang kesehatan.
Dari Toast hingga Guzheng, Persahabatan Dua Negara Terasa Hangat
Nuansa persahabatan semakin terasa ketika David Lin mengajak para tamu mengangkat gelas untuk memberikan toast bagi kemajuan, kemakmuran dan persahabatan yang abadi antara ROC (Taiwan) dan Indonesia.
Baca juga: Tolak Pemekaran Dapil Surabaya, AMI Minta Demokrasi Tetap Berpihak pada Rakyat
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun yang didesain menyerupai bendera nasional Taiwan.
Para tamu juga disuguhi pemutaran video Hari Nasional bertajuk “A Nation's Album”, produksi Kementerian Luar Negeri Taiwan. Video tersebut menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya memadukan teknologi AI dengan wawancara langsung.
Kemeriahan semakin terasa melalui penampilan siswa-siswi Surabaya Taiwan School yang membawakan lagu kebangsaan kedua negara.
Pertunjukan alat musik tradisional Guzheng dengan membawakan lagu “Qing Hua Ci” turut menambah warna budaya dalam resepsi tersebut.
Di luar ruang resepsi, para tamu juga dapat melihat pameran informasi pariwisata Taiwan serta berbagai pencapaian program-program INTACT yang dipromosikan Kementerian Pendidikan Taiwan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan Taiwan dan Indonesia tidak hanya dibangun melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, kebudayaan, ketenagakerjaan serta hubungan antarmasyarakat.
Dari Surabaya, pesan persahabatan itu kembali ditegaskan: kerja sama dan hubungan antarmasyarakat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang semakin erat dan saling menguntungkan antara Taiwan dan Indonesia.
Editor : Redaksi