PEMALANG - Persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Pemalang mulai memasuki tahapan penting. Kesiapan administrasi, ketepatan data pemilih, pemahaman regulasi, hingga potensi kerawanan di setiap desa menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama jajaran terkait.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pemalang, Andri Adi, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh panitia Pilkades dalam mengawal setiap tahapan agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Dindikpora Pemalang Perkuat Perlindungan Anak, AMKB Dorong Sekolah Makin Aman dan Bebas Bullying
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) persiapan Pilkades Serentak 2026 yang digelar di Pendopo Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan itu diikuti sekitar 50 peserta yang melibatkan unsur Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang, Dispermades, pemerintah kecamatan, TNI-Polri, panitia Pilkades, panitia pengawas, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Taman.
Dalam arahannya, Andri Adi mengingatkan bahwa pemahaman terhadap regulasi dan tahapan Pilkades menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pelaksanaan pemilihan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, setiap panitia harus memahami tahapan yang sedang berjalan, termasuk persiapan pemeriksaan kesehatan calon kepala desa, pemenuhan persyaratan administrasi, penyampaian visi dan misi, hingga kesiapan menghadapi ujian tertulis sesuai ketentuan.
"Panitia Pilkades harus benar-benar memahami aturan dan tahapan yang berlaku. Seluruh persyaratan harus dipersiapkan dengan baik agar setiap tahapan dapat berjalan lancar sesuai ketentuan. Kami juga mengingatkan agar daftar pemilih tetap (DPT) diperhatikan secara cermat sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Apabila terdapat ancaman, gejolak, atau permasalahan di desa, segera komunikasikan dan koordinasikan dengan pihak terkait agar dapat diselesaikan sejak dini dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Harapan kami, seluruh panitia dan pihak terkait terus menjaga komunikasi serta berkoordinasi dengan Forkopimcam demi menyukseskan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Pemalang,” ujarnya, Sabtu (9/10).
Baca juga: KPAI hingga DPR RI Soroti Dugaan Kasus Kekerasan Siswa di Pemalang, Sejumlah Pembenahan Disiapkan
Ia juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam menetapkan daftar pemilih tetap (DPT). Data pemilih harus dipastikan akurat agar tidak memunculkan persoalan di kemudian hari, terutama keberatan warga yang merasa memenuhi syarat tetapi tidak tercatat dalam daftar pemilih.
Selain persoalan administrasi, potensi gejolak di masing-masing desa juga harus diantisipasi sejak dini.
Andri meminta panitia segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila muncul ancaman, persoalan, atau dinamika yang berpotensi mengganggu jalannya tahapan Pilkades.
Baca juga: Dua Pekerja Meregang Nyawa di Lubang Pondasi Watukumpul
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dispermades Pemalang juga menekankan bahwa keberhasilan Pilkades tidak bisa hanya dibebankan kepada panitia di tingkat desa.
Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang intensif antara panitia, pemerintah kecamatan, unsur pengamanan, panitia pengawas, serta instansi terkait agar setiap perkembangan dapat direspons secara terkoordinasi.
Editor : Redaksi