Jelang Ramadhan Harga Beras di Blitar Turun

Pantauan Polres Blitar Kota per Jum'at (1/3) harga beras menunjukkan adanya penurunan
Pantauan Polres Blitar Kota per Jum'at (1/3) harga beras menunjukkan adanya penurunan

KotaBlitar, Menjelang Ramadhan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Blitar Kota terjun ke lapangan untuk mengecek langsung harga sembako terutama beras. Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang melalu Kanit Pideksus, Iptu Yuno Sukaito mengatakan, per Jum'at (1/3) harga beras menunjukkan turun.

“Untuk harga beras di wilayah Kota Blitar sudah terjadi penurunan. Seperti beras premium merk Koi dari harga Rp 15.200 turun menjadi Rp 14.920 per kilogram."katanya, Minggu (3/3)

Baca Juga: Polres Blitar Kota Amankan 11 Remaja

"Beras merk teduh dari harga semula Rp 15.200 turun menjadi Rp 15.000 per kilogram. Untuk harga beras medium, beras SPHP dari bulog masih sesuai HET Rp 10.900 per kilogram," jelasnya.

Ia menyebut, pantauan harga beras tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan beras atau permainan harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog.

"Dari hasil pantauan yang dilakukan saat ini pasokan beras berjalan normal. Kami pastikan persediaan bahan kebutuhan pokok, beras masih cukup aman," ungkap Iptu Yuno.

Baca Juga: Polresta Sidoarjo Berbagi Takjil kepada Masyarakat

Pihaknya menilai tidak ada terjadi kelangkaan beras. Selain itu, pasokan beras SPHP dari Bulog juga masih mencukupi.

"Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa stok beras masih aman, tidak perlu panik (panic buying). Apalagi menjelang puasa banyak kegiatan masyarakat," tandasnya.

Seiring dengan Satgas Pangan Polres Blitar Kota, produsen ataupun distributor beras di kota Blitar juga menjelaskan harga beras untuk kota Blitar relatif stagnan namun beberapa hari terakhir mulai mengalami penurunan.

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pangan Terus Naik, Ini Seruan Kadin Surabaya kepada Pebisnis 

Untuk stok beras juga masih cukup banyak dan relatif lancar. 

Masyarakat diminta untuk bijak menyikapi pemberitaan dan tidak perlu melakukan panic buying apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.

Editor : Redaksi