Tuban,Tikta.id - Bencana gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,5 yang mengguncang warga Kabupaten Tuban dan sekitarnya pada Jumat (22/03) lalu berakibat rusaknya puluhan bangunan rumah warga dan menyisakan trauma yang cukup mendalam.
Selain bangunan yang rusak, gempa yang dirasakan getarannya hingga 3 kali dengan skala terbesar magnitudo 6,5 itu juga masih menyisakan trauma bagi warga Masyarakat yang terdampak di beberapa kecamatan setempat.
Baca Juga: Perkuat Pembinaan Mental, Lapas Cipinang Gandeng APSIPAS Gelar Program Konseling Warga Binaan
Untuk memulihkan trauma warga Masyarakat terutama pada anak – anak, Polres Tuban memberikan konseling psikologi dan trauma healing kepada para korban.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kabag Sumber Daya Manusia ( SDM ) Polres Tuban, Kompol Elis Suendayati saat mengunjungi korban gempa di kecamatan Rengel dan Soko Kabupaten Tuban, Selasa (26/3).
"Hari ini kita laksanakan kunjungan yang kedua di wilayah terdampak gempa setelah Sabtu kemarin dilaksanakan oleh Bapak Kapolres di kecamatan Kerek dan Singgahan" ucap Kompol Elis.
Baca Juga: Trauma Healing untuk Anak-anak Terdampak Banjir
Ia juga mengatakan, kehadiran Polres Tuban kali ini selain memberikan support berupa bantuan materiil, juga untuk memberikan konseling psikologi dan trauma healing kepada para korban.
"Kita juga memberikan konseling kepada korban agar masyarakat tidak panik" terang Kompol Elis
Sementara itu menanggapi Video viral usai kejadian gempa dituban, Kompol Elis juga mengimbau kepada masyarakat agar saling memberikan bantuan serta tidak terlalu mudah menyebarkan informasi yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Trauma Healing Polri untuk Anak-Anak Terdampak Longsor Sukabumi
"Mohon masyarakat bisa menahan diri jangan sembarangan menyebarkan informasi, itu bisa membuat masyarakat lebih panik" imbau Kompol Elis.
Kepada para korban, Elis berharap agar bersabar atas musibah sebagai ujian yang diberikan oleh Allah SWT. "Dibalik ujian ini pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk para korban,”pungkasnya.
Editor : Redaksi