TIKTA.id, Surabaya - Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) menggelar pelatihan memberdayakan anak muda untuk melawan misinformasi di media sosial atau medsos.
Pelatihan digelar di di Gedung ASEEC Universitas Airlangga, pada Sabtu (25/5).
Baca juga: DPRD Jabar Dorong Pembentukan KIM hingga Desa untuk Tangkal Hoaks dan Judi Online
Acara dimulai dengan sambutan Ketua Program JAPELIDI dan dilanjutkan dengan sesi-sesi penting seperti pemahaman misinformasi oleh Catur Suratnoaji.
Adapun pengenalan alat deteksi misinformasi dilakukan oleh Nur’anna Farni Syam Maella, dan cara menggunakan alat tersebut oleh Dimas Prakoso.
Sedangkan untuk sesi siang membahas kolaborasi dalam melawan hoaks yang dipimpin oleh Nurhana Marantik, dan merancang kampanye bersama oleh Dimas Prakoso.
Baca juga: M. Sarmuji: Literasi Digital Jadi Kunci Tangkal Bahaya AI dan Hoaks di Era Digital
Amanda Gelgel Ketua Japelidi mengatakan, pelatihan hasil kolaborasi dengan AMCOR Unair untuk mengembangkan keterampilan dalam mengidentifikasi dan menangkal hoaks secara online.
"Pelatihan Ini adalah tahun ketiga program japelidi dengan my america menunjukkan kekuatan anak muda dalam melawan misinformasi dengan alat dan pengetahuan yang tepat," kata Amanda
Baca juga: Waspada Hoax! Enam Cara Ampuh Berpikir Sistemik Agar Tak Mudah Dibohongi
Sebagai informasi: JAPELIDI adalah jaringan pegiat literasi digital yang berdedikasi untuk mempromosikan penggunaan media digital yang bertanggung jawab.
Melalui program dan lokakarya, JAPELIDI berupaya melawan misinformasi dan membangun masyarakat yang melek digital.
Editor : Redaksi