SURABAYA – Proses perekrutan Direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali dibuka. Namun, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, mengingatkan agar seleksi kali ini benar-benar menghadirkan sosok yang memahami esensi KBS, bukan sekadar calon dengan program mengada-ada.
Menurutnya, Wali Kota Surabaya telah menolak semua calon sebelumnya karena tidak memiliki target yang jelas. "Mereka tidak bisa menjelaskan berapa target jumlah pengunjung, bagaimana peningkatan pendapatan. Kalau begitu, bagaimana bisa dipilih?" ujar Baktiono, Kamis (27/2).
Baca juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Tim Asuhan Rembulan Usai Insiden Tragis Pengamen
Ia menegaskan, Direktur KBS harus memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah, tujuan, dan fungsi kebun binatang.
"Jangan sekadar punya program bagus tapi tidak bisa direalisasikan," tegasnya.
Baca juga: PKS Setuju P-APBD Surabaya 2025, tapi Beri Catatan Kritis soal UMKM hingga Transportasi
Baktiono mengingatkan, KBS bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, pusat pendidikan, dan konservasi. Karena itu, target pengembangan harus jelas, termasuk jumlah pengunjung dan pendapatan yang ingin dicapai.
"Sebuah tempat rekreasi dianggap berhasil kalau pengunjungnya berjubel. Maka, direktur yang baru harus bisa memastikan hal itu," tambahnya.
Baca juga: Komisi D Sambut Program Aisyiyah, Siap Jembatani Kerja Sama dengan Dinas Terkait
Ia pun menegaskan, keberhasilan di tempat lain tidak menjamin seseorang mampu mengelola KBS. "Jangan asal melamar. Di sini butuh pemahaman tentang flora dan fauna juga," tandasnya.
Editor : Redaksi