SURABAYA – Suasana hangat Ramadhan terasa begitu hidup di Masjid Remaja, Jalan Kalilom Lor 3 Surabaya, Sabtu (7/3). Di tengah semilir sore menjelang berbuka puasa, puluhan pelajar, remaja masjid, dan santri TPA Al Fatah berkumpul dalam sebuah majelis ilmu yang sarat makna.
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Kenjeran menggelar Kajian Ramadhan bertema “Meneguhkan Tauhid, Menguatkan Aksi: Spirit Pelajar Muhammadiyah di Bulan Suci.” Kegiatan ini menjadi ruang penguatan iman sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda Islam.
Baca juga: Wyndham Surabaya dan Casa Grande East Java Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan
Kajian menghadirkan Irvandy Andriansyah sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para pelajar untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat tauhid sekaligus menumbuhkan semangat berbuat kebaikan di tengah masyarakat.
Menurutnya, tauhid bukan hanya sekadar keyakinan yang diucapkan, tetapi harus tercermin dalam sikap hidup, akhlak, dan tindakan nyata.
“Ramadhan adalah madrasah keimanan. Di bulan inilah kita belajar menundukkan hawa nafsu, memperkuat tauhid, dan memperbanyak amal kebaikan. Pelajar Muhammadiyah harus menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga hadir membawa manfaat bagi sesama,” ungkap Irvandy di hadapan para peserta kajian.
Para santri TPA Al Fatah yang turut hadir tampak menyimak kajian dengan penuh antusias. Bagi mereka, kegiatan seperti ini bukan sekadar mendengarkan ceramah, tetapi juga menjadi pengalaman spiritual yang menumbuhkan kecintaan terhadap masjid.
Baca juga: Indahnya Berbagi Takjil dalam Guyuran Hujan
Di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan bagi generasi muda, kegiatan kajian Ramadhan ini menjadi oase yang menyejukkan. Masjid kembali dihidupkan oleh semangat belajar, berdakwah, dan mempererat ukhuwah di kalangan pelajar dan remaja.
Ketua PC IPM Kenjeran berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar masjid semakin menjadi pusat pembinaan generasi muda Islam.
“Kami berharap kajian ini mampu menanamkan kecintaan para pelajar dan santri kepada masjid, memperkuat tauhid mereka, sekaligus menumbuhkan semangat untuk aktif dalam dakwah dan kegiatan sosial,” ujarnya.
Baca juga: Ngalap Berkah Ramadan, Kelurahan Mulyoharjo Bagikan Ratusan Takjil Kepada Pengguna Jalan
Menjelang waktu berbuka, suasana kebersamaan semakin terasa. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Momen sederhana itu menjadi simbol persaudaraan dan harapan, bahwa dari masjid inilah akan lahir generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap mengabdi bagi umat.
Di bulan suci Ramadhan, kajian seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perjalanan menumbuhkan iman dan menyalakan semangat dakwah di hati para pelajar Muhammadiyah.
Editor : Redaksi