Lia Istifhama: Hangatnya Lebaran di Rumah Gubernur Khofifah, Saat Ribuan Warga Disambut Tanpa Sekat

Reporter : Anil Rachman
Lia Istifhama di kediaman Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA - Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di kediaman Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (22/3) terasa begitu hangat, bukan sekadar perayaan, melainkan pertemuan hati antara pemimpin dan rakyatnya. Di hari yang fitri, ribuan warga dari berbagai penjuru Jawa Timur datang dengan satu tujuan sederhana: bersilaturahmi.

Tak ada sekat, tak ada jarak. Dari tokoh masyarakat hingga pengemudi ojek online, dari mahasiswa hingga keluarga kecil, semuanya berbaur dalam suasana penuh keakraban. Senyum, salam, dan jabat tangan menjadi bahasa yang menyatukan, mencairkan perbedaan dalam hangatnya kebersamaan.

Baca juga: Senator Lia Istifhama Apresiasi Strategi Presiden Prabowo Jaga Ekonomi Nasional dan Terapkan WFA

Di tengah keramaian itu, Lia Istifhama yang hadir mewakili keluarga Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa momen seperti ini adalah cerminan kepemimpinan yang membumi.

“Ini bukan sekadar open house, ini adalah ruang pertemuan hati. Semua orang diterima dengan hangat tanpa terkecuali. Bahkan para pengemudi ojek online merasa sangat bahagia bisa bertemu langsung dengan Ibu Khofifah di hari yang istimewa ini,” tuturnya.

Menurut Lia, tradisi membuka pintu rumah pribadi bagi masyarakat luas adalah bentuk ketulusan dan kerendahan hati seorang pemimpin. Sebuah sikap yang jarang, namun justru sangat dirindukan: hadir di tengah rakyat, bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakatnya.

Baca juga: Mobilitas Lebaran Tinggi, Senator Lia Ajak Orang Tua Waspadai Penularan Campak

Lebaran tahun ini pun terasa lebih bermakna. Dalam suasana Indonesia yang aman dan damai, masyarakat bisa merayakan hari kemenangan dengan hati lapang dan penuh syukur. Di halaman rumah itu, kebahagiaan terasa sederhana namun begitu nyata—dari antrean panjang yang dijalani dengan sabar, hingga momen singkat bersalaman yang begitu berkesan.

Hidangan khas Lebaran tersaji, namun yang paling mengenyangkan adalah rasa kebersamaan. Percakapan hangat, tawa kecil, dan tatapan penuh harap menjadi warna tersendiri di hari yang suci ini.

Baca juga: Lia Istifhama: Pendidikan Berkualitas Tak Selalu Harus ke Luar Negeri

Open house ini bukan hanya tradisi tahunan, melainkan pengingat bahwa kedekatan antara pemimpin dan rakyat adalah fondasi dari kepercayaan. Bahwa di balik jabatan, ada ketulusan yang mampu menyatukan.

Di hari kemenangan ini, dari sebuah rumah di Jawa Timur, tersirat pesan sederhana: ketika pintu dibuka dengan hati, maka kebersamaan akan selalu menemukan jalannya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru