Bupati Majalengka Gerak Cepat Tangani SDN 3 Mirat Ambruk, Perbaikan Digeber Pakai BTT

Bupati Eman saat meninjau SDN 3 Mirat
Bupati Eman saat meninjau SDN 3 Mirat

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat merespons ambruknya atap SDN 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding, yang terjadi pada Jumat (1/5). 

Bupati Majalengka, Eman Suherman, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.

Baca Juga: Bupati Eman Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Percepatan Pelayanan

Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUTR, serta Plt Kepala BKAD.

Fokus utama diarahkan pada keberlangsungan pembelajaran siswa agar tidak terganggu pascakejadian.

Pemkab pun menyiapkan skema pembelajaran sementara dengan memanfaatkan ruang perpustakaan dan musala. 

Langkah ini diambil agar siswa tetap bisa mengikuti KBM sambil menunggu perbaikan bangunan rampung.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Tanggung Biaya Pengobatan Korban Lemparan Batu Saat Nobar Persib vs Persija

Di sisi lain, Bupati langsung menginstruksikan percepatan perbaikan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Dengan skema tersebut, proses rehabilitasi tidak perlu menunggu perubahan anggaran.

Ia juga menegaskan pentingnya pelibatan pihak ketiga yang profesional serta penguatan pengawasan agar kualitas pembangunan lebih terjamin.

“Saya minta perbaikan dilakukan cepat, dengan standar yang baik dan ada jaminan kualitas. Pengawasan harus lebih ketat,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Majalengka Serahkan 69 Unit Alsintan, Perkuat Ketahanan Pangan dan Percepat MT II

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut dan seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan skema yang telah disiapkan.

“Kami memastikan tidak ada korban dalam peristiwa ini dan seluruh siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan skema yang sudah disiapkan. Keselamatan dan kenyamanan siswa adalah hal yang paling utama,” ujarnya.

Editor : Redaksi