MAJALENGKA – Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus menjadi ruang pembentukan karakter peserta didik, bukan ajang senioritas maupun perpeloncoan.
Penegasan itu disampaikan saat menutup MPLS yang dirangkaikan dengan kegiatan Selasa Berseri dan Aksi Ekologi di Lapang Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Selasa (22/7).
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding, Bupati Eman Membangun Lebih Mudah, Merawat Lebih Sulit
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala KCD IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, unsur Muspika, pemerintah desa, serta ratusan siswa dari Kecamatan Jatiwangi dan Palasah.
Eman mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, indah, dan ramah anak.
Menurutnya, pembentukan karakter harus dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
Baca Juga: Bupati Majalengka Ajak PDGI Perkuat Layanan Kesehatan Gigi dan Percepat Penanganan Stunting
"Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Pendidikan karakter harus dibangun sejak awal agar lahir generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung kondusif dengan mengedepankan penguatan karakter peserta didik.
Baca Juga: Isi Posisi Kosong, Bupati Majalengka Minta 4 Pejabat Eselon II Baru Langsung "Tancap Gas"
"MPLS dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi dan adaptasi bagi siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, para guru, serta kakak kelas. Yang terutama adalah penguatan karakter melalui Deklarasi dan Ikrar Anti-Kekerasan, anti-kejahatan, anti-penyelewengan, bebas narkoba, hingga pencegahan kekerasan seksual," katanya.
Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS dapat membentuk budaya sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Editor : Redaksi