MAJALENGKA — Luas lahan pertanian tembakau di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, mencapai 582,43 hektare. Luasan itu menjadi yang terbesar dibandingkan sejumlah wilayah penghasil tembakau lainnya di daerah tersebut.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Kabupaten Majalengka, Rahmat Subagja, mengatakan luas lahan tembakau di Lemahsugih mencapai 511 hektare, Kertajati 63 hektare, Malausma 8 hektare, dan Panyingkiran 6 hektare.
Baca Juga: 100 Mahasiswa Majalengka Disiapkan Kuliah Sambil Bekerja di Jepang
Total hasil produksi tembakau di wilayah tersebut mencapai 1.022,49 ton rajangan kering.
Rahmat mengatakan pengembangan teknologi pascapanen menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas komoditas tembakau. Salah satunya melalui fasilitas Solar Dryer Dome yang disediakan DKP3 Majalengka.
Fasilitas tersebut memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga utama. Teknologi itu ditujukan untuk menekan ketergantungan terhadap sumber energi konvensional sekaligus menghemat biaya.
Baca Juga: Baedah dan Lima Anaknya Dapat Kepastian Kewarganegaraan Usai Pulang dari Yordania
Solar Dryer Dome juga dilengkapi sistem pengendalian suhu dan kelembaban otomatis. Sistem tersebut menjaga kondisi ruang pengering sesuai kebutuhan proses pengeringan tanpa pemeriksaan manual secara berkala.
“Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Pemkab Majalengka berharap produktivitas dan kualitas komoditas tembakau dapat terus meningkat. Selain itu, keberadaan Solar Dryer Dome diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian berbasis teknologi serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani, serta mengefisiensi biaya produksi,” kata Rahmat, Jum'at (4/9).
Baca Juga: Bupati Majalengka Harap Yonif TP 338 Perkuat Keamanan dan Kedekatan dengan Warga
Fasilitas Solar Dryer Dome itu diuji fungsi untuk Kelompok Tani Mekar Abadi di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, sebelum diserahterimakan dan dimanfaatkan petani.
Pengembangan teknologi pascapanen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Majalengka mendorong sektor pertanian yang lebih modern, efisien dan berdaya saing.
Editor : Redaksi