PEMALANG - Lapas Kelas IIA Kendal berhasil menyulap lahan kurang produktif yang kerap tergenang banjir rob menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang produktif bagi Warga Binaan.
Inovasi ini digagas sebagai langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Kendal Bangun Akses Jalan di Desa Wonosari Bersama TNI
Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, tantangan alam berupa luapan air rob di kawasan lahan terbuka sukses diantisipasi melalui rekayasa lingkungan.
Area yang semula kritis kini ditransformasikan menjadi dua sektor unggulan, yaitu klaster tambak budidaya ikan bandeng dan udang, serta klaster pertanian dengan metode adaptif agro-salin untuk tanaman hortikultura.
Baca juga: Pengadilan Agama Kendal dan Lapas Kendal Perbarui Komitmen Kerja Sama
"Kami memanfaatkan keterbatasan geografis ini menjadi peluang. Air rob dikelola secara terukur untuk sektor perikanan tambak, sementara area daratannya dioptimalkan untuk pertanian pesisir," ujar Ary pada Kamis (11/6).
Melalui program SAE ini, para warga binaan yang tengah menjalani proses asimilasi dilibatkan langsung dari proses hulu hingga hilir.
Baca juga: Transformasi Warga Binaan, Lapas Kendal Panen Raya Jagung untuk Kemandirian Pakan Ternak
Kegiatan ini tidak hanya difokuskan untuk menghasilkan bahan pangan mandiri bagi lapas, tetapi juga sebagai wadah edukasi guna membekali warga binaan dengan keterampilan agrobisnis yang kuat, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif
Editor : Redaksi