SURABAYA – Pengajian rutin tidak hanya menjadi ruang untuk menambah ilmu keislaman. Bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tanah Kali Kedinding, Surabaya, pengajian juga menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, memperkuat kepedulian, dan menumbuhkan semangat bergerak bersama di tengah masyarakat.
Semangat tersebut terasa dalam pengajian rutin yang digelar Sabtu (26/9), di kediaman Ibu Ami, Jalan Kalilom Lor Indah, Gang Sedap Malam, Surabaya. Kegiatan mengangkat tema “Membangun Jiwa dan Karakter Jama’ah yang Responsif, Solid dan Tangguh” dan diikuti jamaah ‘Aisyiyah dengan penuh khidmat.
Baca juga: Doa dan Persaudaraan, Pengajian Umum Sambut Ramadhan Bersama MATRA Jatim Dihadiri RAMPAS Jatim
Hadir sebagai pemateri, Irvandy Andriansyah, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran yang juga Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya.
Dalam penyampaiannya, Irvandy mengajak jamaah untuk memaknai keberadaan organisasi bukan sekadar dari banyaknya anggota maupun rutinitas kegiatan. Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi justru tumbuh dari pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian, komitmen, kebersamaan, dan ketangguhan.
“Jamaah yang responsif adalah jamaah yang peka terhadap persoalan umat, mau peduli, dan berani mengambil tindakan nyata. Jangan hanya menjadi jamaah yang menunggu, tetapi jadilah jamaah yang bergerak dan menghadirkan solusi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut hendaknya menjadi ruang untuk saling belajar dan memperkuat komunikasi, bukan menjadi alasan untuk menjauh.
“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan tujuan bersama. Kalau ada masalah, mari kita bicarakan dan selesaikan bersama. Kita harus mengutamakan ukhuwah dan kepentingan dakwah,” pesannya.
Menurut Irvandy, karakter tangguh juga diperlukan dalam perjalanan dakwah. Tidak semua proses berjalan mudah. Ada tantangan, keterbatasan, hingga rasa lelah yang terkadang hadir. Karena itu, jamaah perlu menjaga semangat dan istiqamah agar tetap mampu melanjutkan kebaikan.
Baca juga: Pengajian Ibu-Ibu Nurul Jannah, Menyemai Iman dan Ukhuwah di Tanah Merah Gang Sawi
Ia mendorong ‘Aisyiyah untuk terus hadir menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari pendidikan anak, pembinaan generasi muda, pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, hingga kepedulian sosial.
“Jangan sampai pengajian hanya menghasilkan jamaah yang semakin banyak tahu, tetapi tidak semakin banyak melakukan. Setelah mendapatkan ilmu, harus ada amal. Setelah tumbuh kepedulian, harus ada tindakan nyata,” tambahnya.
Ketua PRA Tanah Kali Kedinding, Ustadzah Istianah, menyampaikan bahwa semangat kebersamaan menjadi salah satu hal yang perlu terus dirawat dalam perjalanan organisasi.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian antaranggota dalam menjalankan berbagai program ‘Aisyiyah.
Baca juga: Meriah dan Khidmat, RW 11 Kedinding Tengah Peringati Maulid Nabi dengan Sholawat dan Pengajian Umum
Menurutnya, pengajian rutin hendaknya tidak berhenti pada kegiatan berkumpul dan menambah wawasan keislaman. Lebih dari itu, pengajian diharapkan mampu menumbuhkan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Semangat tersebut diharapkan tumbuh dari hal-hal sederhana. Saling membantu ketika ada jamaah yang membutuhkan, peduli terhadap lingkungan sekitar, mendampingi keluarga, hingga ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial.
Dengan demikian, setiap anggota tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menghidupkan gerakan dakwah ‘Aisyiyah.
Melalui pengajian rutin ini, PRA Tanah Kali Kedinding terus berupaya menjadikan majelis sebagai ruang bertumbuh bersama. Bukan hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun kepedulian dan keberanian untuk menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Editor : Redaksi