BANYUANGI — Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Ki Mujib, Majlis Cahaya Baru, Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi, saat Pengajian Umum dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (10/2).
Sejak siang hari, jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati area pondok pesantren untuk mengikuti rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan dan Istighotsah. Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk menata hati, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang datangnya bulan suci.
Baca Juga: Pengajian Ibu-Ibu Nurul Jannah, Menyemai Iman dan Ukhuwah di Tanah Merah Gang Sawi
Pengajian umum tersebut menghadirkan para tokoh dan ulama kharismatik, di antaranya Kyai Ahmad Saikhu, Pengasuh Pondok Pesantren Ki Mujib Majlis Cahaya Baru Banyuwangi, Syekh Qomaruddin Al Habib, Ulama Jember sekaligus Kabid Keagamaan MATRA Jawa Timur, serta KPP. Srie Soeputro Jowo Ujo Ciptonegoro (Gus Jowo), Ketua Masyarakat Adat Nusantara Jawa Timur dan Owner Brilliant English Course Kampung Inggris Pare.
Dalam sambutan pembuka saat pengajian dimulai, Gus Jowo menyampaikan bahwa pengajian dan istighotsah ini menjadi momentum penting untuk kembali pada akar nilai kehidupan.
“Pengajian ini mengingatkan kita pada adab, spiritualitas, dan kebersamaan. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata ulang hubungan kita, tidak hanya dengan Allah SWT, tetapi juga dengan sesama manusia serta nilai-nilai budaya luhur yang menjaga harmoni kehidupan,” tutur Gus Jowo.
Baca Juga: Meriah dan Khidmat, RW 11 Kedinding Tengah Peringati Maulid Nabi dengan Sholawat dan Pengajian Umum
Menurutnya, sinergi antara pesantren, tokoh agama, masyarakat adat, dan organisasi kemasyarakatan merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan serta membangun karakter bangsa yang berakhlak dan berkeadaban.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah RAMPAS (Rumah Amanat Mandiri Prabowo Subianto) Jawa Timur, Florencia, menyampaikan bahwa pengajian umum ini menjadi ruang perjumpaan batin yang penuh makna, bukan sekadar agenda seremonial.
“Menjelang bulan suci Ramadhan, kita diajak untuk kembali menata niat, membersihkan hati, dan memperkuat persaudaraan. Melalui pengajian dan istighotsah ini, semoga lahir ketenangan jiwa serta semangat kebersamaan untuk saling menguatkan, baik dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat,” ujar Florencia di hadapan jamaah.
Baca Juga: Pengajian Malam Jum’at Legi di Tanah Merah: Merajut Kebersamaan dan Mengharap Keberkahan
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas dalam menjaga harmoni sosial serta merawat nilai-nilai kebhinekaan yang berlandaskan akhlak dan spiritualitas.
Rangkaian pengajian kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan istighotsah, yang diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut Ramadhan, sekaligus memperkuat nilai keislaman, keteduhan sosial, serta persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Editor : Redaksi