Anggaran Pendidikan Surabaya 2027 Naik 22 Persen, DPRD Soroti Kualitas Sarpras Sekolah ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Zuhrotul Mar'ah

‎SURABAYA - Anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Surabaya tahun 2027, naik mencapai 22 persen, dibandingkan alokasi tahun 2026 yang hanya 20 persen.

‎Dalam hal ini mendapat perhatian serius dari anggota Komisi D DPRD Surabaya Zuhrotul Mar'ah, menurutnya besarnya anggaran pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

Baca juga: Imam Syafi’i Sambangi Rumah Warga, Bantu Kebutuhan Seragam Sekolah Siswa

‎Sebab menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan infrastruktur di sekolah yang perlu mendapat perhatian, mulai dari fasilitas toilet yang tidak berfungsi hingga kondisi ruang kelas yang membutuhkan perbaikan.

‎"Misalnya, kemarin sempat disinggung ada fasilitas umum, dalam hal ini toiletnya tidak berfungsi. Kemudian tempat ibadahnya kurang representatif atau ruang kelasnya, terutama plafonnya, ada yang mau ambrol. Itu jangan sampai terjadi," ujar Zuhro, Jum'at (2/10).

‎Melihat kondisi tersebut, Politisi perempuan asal PAN itu menilai, perlunya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan maupun rehabilitasi sekolah. Untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditentukan.

Baca juga: Kepesertaan Jamsostek Baru 42 Persen, Pansus DPRD Surabaya Dorong Perluasan UCJ ‎

‎"Jangan kemudian rehabilitasi dan pembangunan prasarana, kualitasnya tidak sesuai spesifikasi," tegasnya.

‎Selain persoalan sarana dan prasarana, Zuhrotul juga meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya memperhatikan peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pendidik.

Baca juga: Tunjangan Profesi Guru PAI Sempat Terlambat, Komisi D DPRD Surabaya Minta Tak Terulang ‎

‎Menurutnya, pendidikan yang diberikan secara gratis tetap harus dibarengi dengan kualitas pembelajaran yang baik. 

‎"Iya, terus kemudian peningkatan sumber daya manusianya. Terus kualitas pendidikan, walaupun gratis, tapi harus tetap mempunyai kualitas yang mumpuni, yang bagus," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru