Hari Sumpah Pemuda Abdul Ghoni Minta Arek Suroboyo Berani Lawan Hoaks, Jaga Persatuan dan Berinovasi

Abdul Ghoni Mukhlas Niam
Abdul Ghoni Mukhlas Niam

SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Niam, menyoroti tantangan generasi muda dalam mengaktualisasikan semangat Sumpah Pemuda di tengah disrupsi digital.

Menurutnya semangat Arek Suroboyo Wani perlu diterjemahkan dalam keberanian melawan hoaks, menjaga persatuan, dan berinovasi.

Baca Juga: ‎Terima Keluhan Warga soal Denda Listrik Rp1,2 Juta, Yona Bagus Langsung Temui PLN

"Kami juga mendorong Arek Suroboyo menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat," kata Abdul Ghoni, melalui keterangannya, Rabu (28/10).

Abdul Ghoni menyebut tantangan pemuda saat ini tidak hanya mengangkat senjata. Namun kata dia, menghadapi derasnya arus informasi, polarisasi di media sosial, dan persaingan ekonomi digital. 

"Anak muda dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan peluang dan menjawab persoalan sosial," papar Abdul Ghoni.

Ia menjelaskan perkembangan budaya digital tidak boleh tergerus identitas kebangsaan. Maka dari itu, ia menegaskan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan harus tetap dijunjung.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Surabaya 2027 Naik 22 Persen, DPRD Soroti Kualitas Sarpras Sekolah ‎

"Sementara bahasa daerah, termasuk bahasa Suroboyoan, dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan budaya lokal melalui kreativitas digital," urai Abdul Ghoni.

Abdul Ghoni menambahkan momentum Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober juga perlu diarahkan pada keterlibatan generasi muda dalam pembangunan kota Pahlawan. 

Pun persoalan lapangan kerja, akses ruang kreatif, dan kesempatan mengembangkan inovasi.

Baca Juga: Imam Syafi’i Sambangi Rumah Warga, Bantu Kebutuhan Seragam Sekolah Siswa

"Ini harus menjadi perhatian, agar pemuda memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi," ucap ketua PAC PDIP Bulak tersebut.

Sebab kata Abdul Ghoni generasi muda tidak cukup hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial. Namun gagasan, kritik, dan aspirasi mereka perlu mendapat ruang dalam proses pembangunan.

"Semangat Sumpah Pemuda pada akhirnya harus tercermin dalam keberanian berpikir kritis, menjaga persatuan, merawat identitas bangsa, serta mengambil bagian dalam menjawab tantangan zaman," turup Abdul Ghoni.

Editor : Redaksi