Dukung Ketersediaan Air Lahan Pertanian, Pemkab Majalengka Gelontorkan Dana Rp13 M

Bupati Eman Suherman
Bupati Eman Suherman

MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan sarana dan prasarana irigasi pertanian. 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui bantuan Irigasi Pompanisasi (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) dengan total alokasi anggaran lebih dari Rp13 miliar untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Baca Juga: Pemprov Jabar Kucurkan Rp20 Miliar untuk Hotmix Jalan Jatiwangi–Cigasong

Bupati Eman menegaskan bahwa bantuan irigasi merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap petani, khususnya yang mengelola lahan tadah hujan dan menghadapi keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan perlu didukung kebijakan yang berpihak kepada petani, mulai dari kemudahan memperoleh pupuk, kepastian harga gabah, hingga penyediaan infrastruktur pertanian yang memadai.

“Kebijakan pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan ditunjukkan melalui berbagai macam strategi, termasuk kemudahan di bidang pupuk yang sekarang tidak lagi susah dan mahal. Selain itu, harga pembelian gabah kini sangat berpihak kepada petani, dengan harga terendah mencapai Rp 6.500. Hal ini belum pernah terjadi pada periode-periode sebelumnya,” ujar Bupati, Selasa (27/10).

Ia menjelaskan, alokasi bantuan irigasi untuk Kabupaten Majalengka mencapai lebih dari Rp13 miliar yang tersebar di sekitar 80 titik. Bantuan tersebut mencakup berbagai sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu.

Adapun alokasi bantuan teknis untuk irigasi pompanisasi mencapai Rp155,7 juta per unit, sedangkan irigasi perpipaan sebesar Rp97 juta per unit.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP), dari yang sebelumnya berada pada angka IP 1 atau 1,7 menuju IP 3, sehingga petani berpeluang melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

“Langkah ini penting agar target Indeks Pertanaman kita bisa meningkat dari IP 1 atau 1,7 menuju IP 3. Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau,” tegasnya.

Baca Juga: Revitalisasi dan Pembelajaran Interaktif, Pemkab Majalengka Dorong Kualitas Belajar Siswa

Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar mengelola dan merawat sarana irigasi dengan penuh tanggung jawab. 

Menurutnya, fasilitas yang diberikan pemerintah harus dipandang sebagai aset bersama yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya ingatkan agar kelompok tani mengelola dan menjaga bantuan ini dengan rasa memiliki (sense of ownership), bukan sekadar mencari keuntungan, agar nilai manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Selain melalui bantuan irigasi, upaya menjaga ketersediaan air pertanian juga dilakukan melalui pembangunan sodetan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Bupati mengapresiasi hasil penanganan kekeringan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal rentan mengalami kekurangan air, khususnya Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh.

Baca Juga: Bupati Eman Tinjau Revitalisasi Sekolah, 179 Satuan Pendidikan Masuk Program

Melalui upaya tersebut, luas panen di wilayah yang biasanya hanya sekitar 500 hektare disebut meningkat menjadi 2.000 hektare.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyediakan infrastruktur pendukung pertanian, terutama untuk menghadapi tantangan perubahan musim dan keterbatasan sumber air.

Bupati menegaskan, penguatan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pembangunan dan industrialisasi daerah. Majalengka diharapkan mampu berkembang menjadi daerah yang maju tanpa mengesampingkan perlindungan lahan pertanian produktif.

“Saya optimistis Majalengka bertransformasi menjadi daerah yang maju dan terindustrialisasi, tanpa harus melupakan ketahanan pangan. Kita sudah mengunci kawasan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) inti sekitar 37 ribu hektare lebih,” ungkapnya.

Editor : Redaksi