DKP3 Majalengka Kawal Bantuan Irigasi untuk Petani Lahan Tadah Hujan

Penerimaan bantuan irigasi pompanisasi dan irigasi perpipaan DKP3 Majalengka
Penerimaan bantuan irigasi pompanisasi dan irigasi perpipaan DKP3 Majalengka

MAJALENGKA – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman memastikan bantuan irigasi pompanisasi (Irpom) dan irigasi perpipaan (Irpip) senilai lebih dari Rp13 miliar disalurkan tepat sasaran untuk meningkatkan ketersediaan air dan mendorong produktivitas pertanian.

Gatot Sulaeman mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan proses penyaluran, pelaksanaan teknis, hingga pengelolaan bantuan berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Menjelang Iduladha, Pemkab Majalengka Gelar Gerakan Pangan Murah

Ia menjelaskan, lokasi penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan kajian teknis berdasarkan kondisi geografis serta kebutuhan air di masing-masing wilayah.

Bantuan diprioritaskan untuk kawasan pertanian yang membutuhkan dukungan pasokan air, tetapi masih memiliki potensi sumber air permukaan maupun air tanah yang dapat dimanfaatkan.

“Bantuan Irpom dan Irpip ini dialokasikan pada lokasi-lokasi yang telah melalui proses verifikasi dan kajian teknis geografis secara objektif. Kami memastikan bantuan ini menyasar kawasan yang benar-benar membutuhkan pasokan air, tetapi memiliki potensi sumber air permukaan atau air tanah,” jelasnya

DKP3 juga akan memberikan pendampingan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) penerima bantuan agar pelaksanaan kegiatan berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kawal Kesehatan Hewan Kurban, DKP3 Majalengka Terjunkan Petugas ke 26 Kecamatan

Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya memastikan pembangunan sarana irigasi sesuai kebutuhan, tetapi juga mendorong pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.

Di sisi lain, perwakilan kelompok tani penerima bantuan menyambut positif program irigasi pompanisasi dan perpipaan. Bantuan tersebut dinilai menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan air yang selama ini menghambat kegiatan budidaya, terutama pada Musim Tanam Kedua (MT2) dan Musim Tanam Ketiga (MT3).

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta Pemerintah Pusat. Selama ini, kendala utama kami di lahan tadah hujan adalah kekurangan air saat memasuki MT2 dan MT3,” ujar Yana.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Pangan, Pemkab Majalengka Gelar GPM Andalkan Produksi Lokal

Dengan adanya fasilitas irigasi tersebut, para petani berharap ketersediaan air dapat lebih terjamin sehingga pola tanam menjadi lebih optimal dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan.

“Dengan adanya bantuan irigasi pompanisasi dan perpipaan ini, kami yakin bisa tanam dan panen hingga tiga kali dalam setahun tanpa rasa cemas akan kekeringan. Kami siap mengelola dan merawat fasilitas ini bersama-sama sesuai arahan Bupati,” tambahnya.

Melalui bantuan irigasi yang didukung pendampingan teknis dan komitmen kelompok tani, Pemkab Majalengka berharap produktivitas pertanian terus meningkat, lahan tadah hujan dapat dimanfaatkan secara optimal, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Editor : Redaksi