PEMALANG – Ratusan warga dan wali murid mendatangi lingkungan salah satu SD Negeri di Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Senin (5/10). Mereka menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta penanganan dugaan kekerasan terhadap siswa dilakukan secara terbuka dan menyeluruh.
Warga meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga dan pihak sekolah. Mereka mendorong seluruh rangkaian kejadian ditelusuri berdasarkan fakta agar persoalan dapat dipastikan dan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik.
Baca juga: Siswa SD di Pemalang Meninggal, Keluarga Ungkap Dugaan Kekerasan di Sekolah
Salah seorang wali murid, Winarni (45), mengatakan anaknya pernah mengalami dugaan pemalakan oleh siswa yang lebih tua di lingkungan sekolah. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi alasan orang tua berharap pengawasan terhadap interaksi antarsiswa diperkuat.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Kalau ada dugaan kejadian seperti ini, penanganannya harus terbuka, serius, dan tidak membuat keluarga semakin bingung,” ujar Winarni.
Keresahan serupa disampaikan Muntoha (55), mantan wali murid. Ia mengatakan anaknya yang merupakan alumni SDN tersebut juga pernah mengalami dugaan perundungan sekitar 16 tahun lalu.
Muntoha berharap persoalan perlindungan anak mendapat perhatian agar dugaan kejadian serupa dapat dicegah dan tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan pemerintah daerah tidak mentoleransi kekerasan maupun perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah.
Menurut dia, persoalan tersebut telah dibahas dalam apel pagi dan dilanjutkan dengan audiensi bersama perwakilan wali murid.
Baca juga: Pelaku Bullying Harus Diadili, MAKI Jatim Tolak “Damai Kekeluargaan”
“Kita tidak mentoleransi bullying. Kasus ini akan kita usut sampai tuntas. Terkait kepala sekolah, nanti akan kita evaluasi dan jika terbukti ada pelanggaran akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan,” kata Nurkholes.
Pemkab Pemalang, lanjut dia, juga berencana menyiapkan kanal pengaduan khusus untuk menerima laporan masyarakat mengenai dugaan perundungan di lingkungan sekolah.
Kanal tersebut diharapkan menjadi sarana bagi siswa, orang tua, maupun masyarakat untuk menyampaikan laporan yang kemudian dapat ditindaklanjuti dan dievaluasi oleh pemerintah daerah.
Nurkholes juga mengatakan kepala sekolah dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh kepolisian. Pemerintah daerah, kata dia, telah berkoordinasi dengan Ombudsman dan KPAI serta menyerahkan proses penelusuran kepada kepolisian.
Baca juga: Anak Butuh Dipeluk, Bukan Diadili: Lia Sorot Bullying dan Kecanduan Game Online
“Kita transparan, tidak ada yang ditutupi. Kita serahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian agar semuanya bisa terang-benderang,” tegasnya.
Pemerintah daerah selanjutnya didorong memastikan penanganan berjalan objektif berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.
Sementara itu, dugaan perundungan maupun kekerasan yang disampaikan warga dan keluarga masih perlu dibuktikan melalui proses penelusuran yang dilakukan pihak berwenang.
Warga berharap proses tersebut tidak hanya memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang sedang ditangani, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan peserta didik di sekolah-sekolah Kabupaten Pemalang
Editor : Redaksi