Gen Z Asal Gresik Ekspor Vanili ke Maladewa, Barantin: Tak Harus Mulai dari Jumlah Besar

Reporter : Anil Rachman
Vanili yang diekspor Gen Z asal Gresik

GRESIK - Langkah menuju pasar ekspor tidak selalu harus dimulai dengan kontainer berisi berton-ton komoditas. Mohammad Adam Roykhani memulainya dari 250 gram vanili.

Anak muda asal Gresik tersebut mengirim vanili senilai Rp800.000 ke Maladewa setelah sebelumnya juga melakukan pengiriman ke Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Baca juga: Hari Karantina ke-149 di Jatim, Vaksin Rabies hingga Bazar Murah Dibuka

Pengalaman itu menjadi cara Adam mengenal langsung proses ekspor sekaligus melihat peluang produk lokal Indonesia di pasar internasional.

Balai Karantina Jawa Timur mendampingi proses tersebut dengan melakukan tindakan karantina terhadap vanili sebelum diberangkatkan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan yang dipersyaratkan negara tujuan.

Plt Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal mengatakan, generasi muda tidak perlu menunggu memiliki usaha berskala besar untuk mulai mengenal pasar ekspor.

“Kami mendorong anak-anak muda untuk berani mengenal dunia ekspor. Tidak harus dimulai dalam jumlah besar, yang penting memahami proses, memenuhi persyaratan, dan menjaga kualitas produk,” ujar Hudiansyah, Kamis (8/10). 

Baca juga: Barantin Buka Laboratorium Karantina untuk Mahasiswa, Bisa Belajar PCR hingga Pengujian

Menurut dia, pengalaman melakukan ekspor sejak usia muda dapat menjadi bekal untuk memahami proses perdagangan internasional, mulai dari kesiapan produk, pemenuhan persyaratan, hingga sertifikasi sebelum komoditas dikirim ke negara tujuan.

Pengiriman 250 gram vanili tersebut juga menunjukkan bahwa langkah awal menuju pasar internasional dapat dimulai dari skala kecil.

Yang terpenting, pelaku usaha memahami persyaratan yang berlaku dan memastikan komoditas memenuhi ketentuan negara tujuan.

Baca juga: Patroli di Ketapang, Barantin Temukan Ayam dalam Tas hingga 1 Ton Selada Tanpa Sertifikat

Hudiansyah mengatakan, Karantina tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati melalui pemeriksaan komoditas yang dilalulintaskan, tetapi juga memberikan fasilitasi agar produk Indonesia dapat memenuhi persyaratan perdagangan internasional.

Bagi generasi muda, pengalaman seperti yang dilakukan Adam diharapkan dapat membuka wawasan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar negeri.

Dari jumlah yang relatif kecil, pengalaman tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memahami pasar, membangun jaringan, dan mempersiapkan usaha dalam skala yang lebih besar.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru