MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka meluncurkan program Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya (Penca Perdaya) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Program yang diluncurkan di Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka, Senin (12/10), itu mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembelian cabai di pasar.
Baca juga: 100 Mahasiswa Majalengka Disiapkan Kuliah Sambil Bekerja di Jepang
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Menurutnya, tingginya kebutuhan cabai rumah tangga dapat memengaruhi pergerakan harga di pasaran, meskipun Majalengka merupakan salah satu daerah penghasil cabai.
“Cabai ini komoditas yang unik. Setiap hari, hampir setiap rumah tangga membutuhkan cabai. Karena dianggap sepele, kebutuhan kecil ini kalau digabungkan seluruh masyarakat nilainya menjadi sangat besar dan memengaruhi inflasi. Lewat gerakan Penca Perdaya, kita mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan mandiri,” ujar Eman.
Ia menegaskan, penanaman cabai tidak harus dilakukan di lahan pertanian yang luas. Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan terbatas dengan menggunakan pot, polybag, hingga wadah bekas seperti botol dan galon air minum yang masih layak digunakan.
“Tidak perlu menunggu memiliki lahan luas. Pekarangan kecil pun bisa dimanfaatkan. Kalau setiap rumah tangga menanam cabai dan merawatnya dengan baik, hasilnya tentu akan membantu kebutuhan sehari-hari. Yang terpenting adalah kemauan dan konsistensi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: 100 Mahasiswa Majalengka Disiapkan Kuliah Sambil Bekerja di Jepang
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menyampaikan program Penca Perdaya pada tahap awal diuji coba di tiga wilayah.
Ketiga wilayah tersebut yakni Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka, Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, dan Desa Loji, Kecamatan Palasah.
Gatot mengatakan hasil uji coba akan dievaluasi bersama penyuluh pertanian untuk melihat efektivitas program sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan secara produktif.
Baca juga: Pemkab Majalengka dan Baznas Bantu Baedah, Pemerintah Siapkan Modal Usaha
“Hari ini kita uji coba di tiga desa/kelurahan. Hasilnya akan terus kita evaluasi bersama para penyuluh pertanian. Kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan ini agar nantinya dapat diterapkan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Majalengka,” jelasnya.
Pemkab Majalengka berharap gerakan tersebut dapat diterapkan secara luas di seluruh desa dan kelurahan.
Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga cabai.
Editor : Redaksi