SURABAYA – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai pembangunan daerah perlu terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, pembangunan juga harus menyentuh sektor sosial, keagamaan, pertanian, hingga upaya pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Minta Gen Z Melek Politik, Ning Lia: Jadilah Pribadi Berperan
Lia mengapresiasi pola pembangunan yang dijalankan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, kolaborasi keduanya menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan menjangkau berbagai elemen masyarakat.
“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia, Senin (12/10).
Ia menegaskan, pemerataan pembangunan tidak cukup hanya menjadi slogan. Prinsip keadilan harus diwujudkan melalui kebijakan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan latar belakang dan persoalan yang beragam.
“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Kita bicara elemen keagamaan, elemen yang tidak berbasis keagamaan, tetapi berbasis umum, misalnya sosial, itu juga disentuh. Jadi semuanya disentuh,” katanya.
Selain pemerataan pembangunan, Lia menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan. Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi salah satu langkah strategis untuk menunjang produktivitas petani.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan agenda kedaulatan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan. Karena itu, penguatan sarana produksi, infrastruktur pertanian, serta produktivitas petani perlu terus dilakukan agar ketahanan pangan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
“Termasuk kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, maka kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” ungkapnya.
Baca Juga: Minta Gen Z Melek Politik, Ning Lia: Jadilah Pribadi Berperan
Lia juga menilai keberhasilan pembangunan perlu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam upaya menekan kemiskinan ekstrem dan memperkuat kemandirian desa.
Menurutnya, tren penurunan kemiskinan ekstrem serta bertambahnya jumlah desa mandiri merupakan perkembangan positif yang perlu dipertahankan melalui program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
“Kemiskinan ekstrem itu secara konsisten selalu menurun dan menurun, sebaliknya desa mandiri selalu bertambah. Jadi memang semuanya itu progresif banget,” kata Lia.
Ia menambahkan, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan kesinambungan program, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses terhadap layanan dasar, hingga penguatan kapasitas masyarakat desa.
Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya dan mandiri.
Baca Juga: Sholawat di Grahadi Tak Hanya Menyatukan Hati, Lia Istifhama Soroti Manfaat bagi UMKM
Memasuki usia ke-81, Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Namun, peluang tersebut perlu diiringi dengan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengurangan kesenjangan antardaerah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ke depan.
Bagi Lia, capaian pembangunan yang telah diraih perlu dilanjutkan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Partisipasi publik juga diperlukan agar kebijakan yang dijalankan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan kerja bersama dan kesinambungan program, cita-cita menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara diharapkan semakin nyata, sekaligus membawa manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Editor : Redaksi