WHALEFALL' Sukses Padukan Elemen Survival Mencekam dengan Sentuhan Emosional dari Seorang Penyelam

Reporter : Restu Cahya
Film thriller Whalefall

SURABAYA - Film thriller survival terbaru dari 20th Century Studios dan Imagine Entertainment, “Whalefall”, resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026. Dibintangi Austin Abrams (“Weapons”, “Resident Evil”) dan Josh Brolin (“Avengers”, “Dune”), “Whalefall” menghadirkan kisah menegangkan tentang seorang penyelam yang harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan diri setelah ditelan seekor paus sperma raksasa.

Kisah ini bermula pasca satu tahun setelah kepergian sang ayah, Jay Gardiner (Austin Abrams) akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah yang selama ini ia hindari. Ia datang dengan satu tujuan, yaitu mencari jasad ayahnya, Mitt Gardiner (Josh Brolin), yang hingga kini belum ditemukan.

Baca juga: Interpretasi Modern dari Kisah Epik “The Odyssey’’ Dikemas Apik oleh Christopher Nolan

Hubungan keduanya semasa hidup jauh dari kata hangat, namun Jay berharap usahanya ini dapat menjadi kesempatan terakhir untuk mendapatkan perpisahan yang selama ini tak pernah mereka miliki.

Perjalanan emosional Jay seketika berubah menjadi perjuangan hidup dan mati setelah ia mengalami kejadian tak terduga saat menyusuri tepi palung. Ia tertelan oleh seekor paus sperma raksasa dan terperangkap di dalam tubuh makhluk raksasa tersebut dengan sisa oksigen yang hanya cukup untuk satu jam.

Terisolasi di tengah laut dan berpacu dengan waktu, Jay harus mencari cara untuk bertahan hidup. Di tengah situasi yang semakin genting, Jay mulai menyadari bahwa pelajaran hidup yang selama ini ia dapatkan dari ayahnya mungkin dapat menjadi kunci untuk menyelamatkan dirinya.

Baca juga: Film Epik "The Odyssey" Suguhkan Perjalanan Panjang Odysseus Pulang Pasca Perang Troya

Memadukan elemen survival yang mencekam dengan sentuhan emosional, film ini diadaptasi dari novel karya penulis pemenang penghargaan Daniel Kraus dengan judul yang sama dan disutradarai oleh Brian Duffield ("No One Will Save You"). Berbeda dari kebanyakan kisah dengan premis serupa, cerita ini diangkat melalui pendekatan yang lebih realistis. Ide cerita ini datang dari sebuah video, di mana dua orang hampir tertelan seekor paus saat bermain kayak di tengah lautan.

Tertarik dengan peristiwa tersebut, Kraus menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melakukan riset tentang paus sperma dan berkonsultasi dengan sejumlah ilmuwan serta para ahli. Melalui riset tersebut, Kraus menemukan bahwa meskipun peristiwa ini belum pernah tercatat di dunia nyata, kemungkinan manusia tetelan paus sperma bukanlah fenomena yang sepenuhnya mustahil. Temuan ini akhirnya meyakinkan Kraus untuk mengembangkan premis tersebut menjadi sebuah cerita.

“Whalefall” kemudian berkembang menjadi kisah survival tak biasa. Tidak hanya berfokus pada ketegangan dan perjuangan Jay untuk menyelamatkan dirinya, cerita ini juga menggali sisi emosional dari sang tokoh utama. Mengambil makna dari istilah ilmiah whale fall, yang merujuk pada bangkai paus yang tenggelam ke dasar laut dan menjadi sumber kehidupan bagi ekosistem baru, kisah ini menggambarkan bagaimana sebuah kehilangan dapat menjadi awal untuk sesuatu yang baru.

Baca juga: The Marksman: Perjalanan Seorang Veteran Melindungi Bocah dari Kejaran Kartel

"Ketika seseorang meninggal, kematiannya hanyalah awal. Secara fisik mereka memang tidak ada, tetapi kehidupan mereka terus menyebar kepada semua orang yang mengenalnya," kata Daniel Kraus, penulis novel sekaligus penulis skenario dari “Whalefall”.

Tidak lama setelah novel “Whalefall” dirilis pada Agustus 2023, Kraus dan sang sutradara Brian Duffield memulai penulisan skenario untuk adaptasi filmnya. Proses produksi “Whalefall” kemudian dilakukan di berbagai lokasi di California, termasuk Monterey, San Pedro, dan Pulau Catalina, serta studio CBS Radford di Studio City.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru