PDIP Surabaya Gelar Merah Muda Fest, Armuji: Silakan Kritisi, Kami Dengar! ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Armuji bicara didepan puluhan anak muda di kegiatan Merah Muda Fest

‎SURABAYA - Anak muda tidak cukup hanya didengar saat dibutuhkan. Mereka juga perlu diberi ruang untuk berbicara, menyampaikan kritik, bahkan mempertanyakan arah kebijakan. Semangat inilah yang mewarnai Merah Muda Fest: Merah Berani, Muda Beraksi, yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Minggu (25/10).

‎Menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas, bertukar gagasan, sekaligus menyuarakan keresahan tentang kondisi politik dan masa depan kota.

Baca juga: Merah Berani, Muda Beraksi, Ratusan Gen Z Surabaya Turun Tangan Bersihkan Pantai Kenjeran ‎

‎Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji, secara langsung membuka acara dengan mengajak generasi muda untuk tidak ragu menyampaikan pendapat. 

‎“Waktunya anak Surabaya speak up. Sumpah Pemuda ini hari kalian semua. Silakan sampaikan ide kalian, apa pun gagasan anak-anak muda. PDI Perjuangan Surabaya akan memfasilitasi,” ujar Armuji.

‎Wakil Wali Kota Surabaya yang dikenal lugas itu bahkan secara terbuka mempersilakan anak muda melontarkan kritik tanpa rasa takut.

‎“Silakan kalian mengkritisi, kami akan mendengar dan tidak ada intimidasi. Wes gak jamane, rek!” tegasnya.

‎Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama Merah Muda Fest. Bahwa ruang politik semestinya bukan hanya milik mereka yang sudah lama berkecimpung di dalamnya, tetapi juga terbuka bagi generasi muda yang membawa perspektif, kegelisahan, dan harapan baru.

‎Suasana Merah Muda Fest berlangsung semarak melalui berbagai agenda, mulai dari penampilan musik langsung, art performance, stand-up comedy bersama Dinosaur, hingga live podcast yang menghadirkan Armuji dan Eri Irawan sebagai narasumber dengan dipandu Elni Nainggolan.

Baca juga: Sambut 3 Tokoh Baru, PSI Surabaya Tegaskan Sebagai Partai Terbuka ‎

‎Elni, Wakil Ketua Bidang Media DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, menghidupkan perbincangan dengan memancing keberanian peserta untuk menyampaikan pandangan. Obrolan pun berkembang dari gerakan aksi hingga polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi salah satu topik diskusi politik nasional.

‎Antusiasme peserta terlihat dalam sesi podcast yang dihadiri anak-anak muda dan kader baru PDI Perjuangan. Candaan khas Armuji turut mencairkan suasana, membuat diskusi politik terasa lebih santai tanpa kehilangan substansinya.

‎Selain Armuji, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan, Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Khusnul Khotimah, Gus Teguh dari bidang kerohanian, serta sejumlah fungsionaris lainnya.

‎Armuji menjelaskan, peserta kegiatan ini antara lain berasal dari kalangan anak muda yang sebelumnya mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan. Dari Surabaya, terdapat 18 peserta yang dinilai memiliki ketertarikan untuk mengenal lebih jauh dunia politik dan perjuangan partai.

Baca juga: Jelang Penyusunan Pengurus Ranting, PDIP Rungkut Perkuat Soliditas dan Regenerasi Kader Muda

‎Menurut dia, keterlibatan anak muda tidak boleh berhenti pada kehadiran dalam sebuah acara. Mereka perlu dilibatkan secara berkelanjutan dalam berbagai kegiatan dan agenda kepartaian.

‎“Anak-anak muda ini nantinya menjadi ujung tombak bangsa. Karena itu, mereka harus selalu kita ikutkan dalam setiap kegiatan maupun agenda kepartaian,” ungkapnya.

‎Armuji juga menyebut, sesi podcast bersama anggota DPRD menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami lebih jauh tugas dan fungsi wakil rakyat. Sementara itu, keterlibatannya sebagai narasumber diharapkan bisa membuka ruang dialog mengenai pemerintahan dan pembangunan Kota Surabaya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru