SURABAYA — Sorak kompetisi di panggung Jatim Fest 2026 menjadi ruang bagi siswa SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) untuk menunjukkan kemampuan mereka di dunia esports.
Dalam ajang Lomba Mobile Legends tingkat SMA/SMK sederajat se-Jawa Timur yang digelar di Grand City Surabaya, Rabu (30/9), dua tim esports MUDISA tampil kompetitif dan berhasil membawa pulang prestasi.
Baca Juga: SMAMIV dan SMK MUDISA Satukan Langkah, Buka Jalan Pendidikan Muhammadiyah Menuju Dunia
Bersaing dengan 15 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur, Tim 1 SMK MUDISA berhasil meraih Juara 3. Sementara Tim 2 MUDISA mampu menembus lima besar dalam kompetisi tersebut.
Tim 1 yang diperkuat Langit, Hendy, Sanjaya, Satria, dan Akmal menunjukkan permainan solid sepanjang pertandingan. Kekompakan, komunikasi, strategi, serta ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga meraih podium.
Sementara itu, Tim 2 yang diperkuat Mikail, Azriel, Kemal, Fajar, dan Efan juga tampil penuh semangat. Meski harus menghadapi persaingan ketat, mereka mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga masuk jajaran lima besar Jawa Timur.
Bagi MUDISA, capaian tersebut bukan semata tentang posisi akhir di papan pertandingan. Lebih dari itu, esports menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk belajar mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kehidupan dan dunia kerja di era digital.
Mulai dari komunikasi, kerja sama tim, disiplin, pengambilan keputusan, strategi, kreativitas hingga sportivitas, seluruh proses pertandingan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
Baca Juga: Menjemput Ilmu di Muntilan, SMK MUDISA Bawa Semangat Kolaborasi untuk Siswa
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Ustadz Irvandy Andriansyah, mengapresiasi perjuangan kedua tim yang telah membawa nama sekolah dalam kompetisi tingkat Jawa Timur tersebut.
“Alhamdulillah, dua tim MUDISA mampu menunjukkan performa terbaik. Juara 3 dan masuk 5 besar Jawa Timur merupakan capaian yang patut kita syukuri. Ini membuktikan bahwa anak-anak MUDISA memiliki potensi yang luar biasa dan mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk esports," Kamis (1/10).
Menurut Irvandy, prestasi tersebut tidak hanya diukur dari hasil pertandingan. Proses yang dilalui para siswa justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
“Kami ingin setiap siswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai dengan bakat dan potensinya. Prestasi hari ini harus menjadi energi untuk terus belajar, berlatih, dan berani bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bertanding, Enam Utusan SMK MUDISA Buktikan Diri di MEA 2026
Capaian di Jatim Fest 2026 sekaligus memperlihatkan konsistensi MUDISA dalam memberikan ruang bagi pengembangan talenta digital siswa.
Di tengah perkembangan industri digital yang semakin luas, esports tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, strategi, kepemimpinan, kerja sama, dan pengendalian diri.
Dari Grand City Surabaya, dua tim MUDISA membawa pulang pengalaman sekaligus prestasi. Satu tim berdiri di podium juara, sementara tim lainnya memastikan langkah hingga lima besar Jawa Timur..
Editor : Redaksi