SURABAYA - Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari fraksi Partai Golkar Achmad Nurdjayanto, menyerap aspirasi warga Tanah Kali Kedinding dalam kegiatan reses di Jalan Pogot 3, Senin (5/10).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketidaksesuaian data desil dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan.
Baca Juga: Reses Zuhrotul Mar’ah di Tambak Asri, Warga Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi Riil
Ketua RT 7 RW 5, Abdullah Hakim Adli, mengatakan, pihaknya kerap menerima keluhan warga terkait data desil yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
"Kami sering menerima keluhan warga, data desil itu tidak sesuai antara kondisi realita yang mereka alami dengan yang tercatat," ujarnya
Ia mencontohkan, beberapa temuan ketidakcocokan data di wilayahnya, seperti warga yang tercatat memiliki aset mewah padahal kenyataannya tidak ada.
Baca Juga: Reses di Dapil 5, Josiah Temukan Keluhan Infrastruktur hingga Masalah Desil Bansos
"Tadi, ada warga kami yang menyampaikan tidak punya mobil, tetapi tercatat memiliki empat mobil. Di tempat lain, tidak punya AC, tetapi tercatat memiliki dua AC, Ini berarti tidak ada ketidaksinkronan antara data di lapangan dengan data yang ada," keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Achmad Nurdjayanto mengatakan bahwa kerap menerima keluhan warga disetiap reses terkait masalah Desil, menurutnya fakta di lapangan tidak sesuai dengan desil yang ada.
Oleh karena itu Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat menyiapkan ruang fiskal yang memadai dalam APBD 2027.
Baca Juga: Persoalan DTSEN hingga Guru TPQ Jadi Sorotan Reses Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya
Hal itu dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan dan akses terhadap berbagai program pelayanan dasar.
“Sehingga ketika desil ini benar-benar diterapkan, masih ada kesempatan bagi masyarakat Kota Surabaya, khususnya dalam hal kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial lainnya, untuk tetap ter-cover melalui APBD Kota Surabaya,” pungkasnya.
Editor : Redaksi