Dua Pekerja Meregang Nyawa di Lubang Pondasi Watukumpul

Lokasi longsor di Watukumpul
Lokasi longsor di Watukumpul

PEMALANG - Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Tragedi memilukan terjadi di Dukuh Klasem, Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Selasa siang (6/10). Dua pekerja bangunan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah longsor saat mengerjakan pondasi rumah.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di RT 006/RW 002, Dukuh Klasem. Saat kejadian, lima pekerja tengah mengerjakan pondasi cakar ayam dengan kedalaman sekitar empat meter dan lebar sekitar 60 sentimeter di lahan milik Waud (31).

Baca Juga: Rizal Bawazier Soroti Kasus MHA, Minta Sekolah dan Dinas Bertindak Tegas

Detik-detik maut terjadi ketika tanah di sekitar lokasi tiba-tiba longsor, diduga akibat getaran selama proses penggalian pondasi. Material tanah kemudian menimbun dua pekerja yang berada di dalam lubang. Tiga pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tempat aman.

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Munir (39), warga RT 06/RW 02, dan Tamrin (39), warga RT 04/RW 02. Keduanya merupakan warga Dukuh Klasem, Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.

Sementara tiga pekerja yang berhasil selamat diketahui bernama Yatin, Harun, dan Casmin.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali disampaikan oleh Harmono, anggota Linmas Desa Tlagasana. Laporan kemudian ditindaklanjuti dengan kedatangan unsur gabungan ke lokasi untuk melakukan asesmen, penanganan, serta proses evakuasi.

Sejumlah unsur yang terlibat di lokasi antara lain Camat Watukumpul, Polsek Watukumpul, Koramil Watukumpul, Pemerintah Desa Tlagasana, Randu Jajar Rescue, Orlok Pemalang, Kencana Watukumpul, Destana Tlagasana, Destana Wisnu, Linmas Tlagasana, serta warga sekitar.

Baca Juga: HUT PT dSM ke-21 Bidik Ekspansi Nasional

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa sore (6/10) membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia mengatakan BPBD menerima laporan sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung mengerahkan tim menuju lokasi.

"BPBD menerima laporan kejadian pada pukul 13.00 WIB dan tim langsung menuju ke lokasi kejadian. Saat tim BPBD tiba, korban sudah dievakuasi," ujar Agus.

Hingga pembaruan laporan sekitar pukul 14.00 WIB, proses penanganan di lokasi telah dilakukan. Laporan kejadian juga telah dibuat oleh Santo dari Randu Jajar Rescue.

Baca Juga: Dugaan Bullying Siswa di Pemalang, Ratusan Warga Desak Penanganan Transparan

Dengan adanya peristiwa seperti ini, pihak BPBD Kabupaten Pemalang mengimbau warga agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika melakukan pekerjaan penggalian tanah, terutama pada lubang pondasi yang memiliki kedalaman cukup tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan pembangunan. Penggalian pondasi dengan kedalaman tertentu memiliki risiko longsor, terutama apabila kondisi tanah tidak stabil. Pastikan struktur pengaman dan langkah keselamatan tersedia sebelum pekerjaan dimulai. Jangan sampai demi mengejar pekerjaan, keselamatan justru terabaikan," tutupnya.

Peristiwa di Dukuh Klasem menjadi pengingat bahwa pekerjaan konstruksi, termasuk penggalian pondasi, memiliki risiko yang tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tanah, kedalaman galian, getaran, hingga cuaca perlu diperhitungkan sebelum pekerjaan dilakukan. Dua nyawa melayang dalam tragedi ini. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam setiap pekerjaan pembangunan.

Editor : Redaksi