JAKARTA - Geostorm (2017) mengangkat premis besar tentang manusia yang mencoba mengendalikan cuaca lewat satelit canggih bernama Dutch Boy.
Proyek ambisius itu awalnya diciptakan untuk menghentikan bencana alam, tapi keadaan berubah ketika sistem mulai berfungsi tidak normal dan menghasilkan bencana global.
Baca juga: Wild Card (2015): Penjaga Keamanan, Trauma Masa Lalu, dan Jalan Kekerasan yang Tak Pernah Selesai
Di pusat cerita ada Jake Lawson (Gerard Butler), ilmuwan yang menciptakan teknologi ini. Setelah sebelumnya disingkirkan dari proyeknya sendiri karena sifatnya yang keras kepala, ia dipanggil kembali ketika dunia mulai diserang badai ekstrem, suhu mematikan, dan fenomena cuaca yang tidak masuk akal.
Jake harus pergi ke stasiun luar angkasa untuk mencari sumber kerusakan.
Sementara itu, adiknya Max Lawson bekerja di pemerintahan Amerika Serikat dan berusaha memecahkan teka-teki dari sisi bumi. Cerita berjalan paralel antara teknologi luar angkasa dan intrik politik di daratan.
Baca juga: Wild Card (2015): Penjaga Keamanan, Trauma Masa Lalu, dan Jalan Kekerasan yang Tak Pernah Selesai
Film ini memadukan sains fiksi, drama keluarga, dan konspirasi kekuasaan. Perlahan ditemukan bencana ini bukan kecelakaan, melainkan hasil sabotase untuk menggulingkan pemerintahan lewat kiamat cuaca buatan. Taruhannya bukan hanya negara, tapi seluruh planet.
Aksi bencana tampil besar, gurun membeku, kota dihantam gelombang panas, air laut meluap, badai raksasa menghancurkan gedung, dan semuanya dirender dengan skala spektakuler. Penonton tidak dibiarkan bernapas karena setiap menit selalu ada bahaya baru.
Baca juga: The Glass House (2001): Rumah Indah, Rahasia Gelap, dan Anak-Anak yang Terjebak
Namun Geostorm tidak hanya soal efek visual. Ada konflik emosional antara dua bersaudara Lawson yang dulu bermusuhan tapi terpaksa bekerja sama untuk menyelamatkan dunia. Saat bencana makin besar, hubungan keluarga justru menjadi kekuatan utama mereka.
Akhirnya Geostorm menunjukkan bahwa teknologi sehebat apa pun bisa jadi mimpi buruk jika kekuasaan jatuh ke tangan orang yang salah. Bukan badai yang paling menakutkan, tapi ambisi manusia yang ingin menguasai semuanya tanpapeduli akibatnya.
Editor : Redaksi