Mean Dreams (2016): Mimpi Kecil yang Lahir dari Kekerasan

Reporter : Nita Rosmala
Mean Dreams (2016) tangkapan layar

JAKARTA - Mean Dreams adalah film tentang anak-anak yang terlalu cepat dipaksa dewasa. Tentang mimpi yang tumbuh bukan dari harapan, melainkan dari ketakutan, luka, dan keinginan untuk melarikan diri dari rumah yang tak pernah benar-benar aman.

Disutradarai oleh Nathan Morlando, film ini mengikuti Jonas (Josh Wiggins), remaja pendiam yang hidup bersama ayahnya di lingkungan terpencil.

Baca juga: Dreams (1990): Ketika Mimpi Menjadi Cermin Paling Jujur tentang Manusia

Hidupnya berubah ketika ia bertemu Casey (Sophie Nélisse), gadis keras kepala dengan tatapan yang menyimpan trauma panjang.

Ayah Casey adalah polisi korup dan abusif sosok yang seharusnya melindungi, tapi justru menjadi sumber teror.

Kedekatan Jonas dan Casey lahir secara sunyi. Tidak ada romansa yang berisik, hanya kebersamaan kecil yang terasa aman.

Namun rasa aman itu cepat runtuh ketika kekerasan kembali datang. Casey memutuskan kabur, membawa uang sitaan ayahnya. 

Jonas ikut bukan karena berani, tapi karena tinggal berarti menyerah. Di sinilah Mean Dreams bergerak sebagai road movie yang muram. 

Baca juga: Bodyguard from Beijing (1994): Kesetiaan yang Tak Pernah Belajar Mengucap Rindu

Perjalanan mereka bukan tentang petualangan, melainkan pelarian. Setiap langkah membawa ketegangan, karena bayangan sang ayah terus mengejar. 

Film ini tidak berisik dengan dialog. Banyak perasaan disampaikan lewat tatapan, jarak tubuh, dan keheningan. 

Josh Wiggins tampil sederhana sebagai Jonas anak laki-laki yang belajar berani bukan dengan tinju, tapi dengan pilihan. 

Sementara Sophie Nélisse memberi nyawa pada Casey, rapuh, marah, tapi masih ingin percaya bahwa hidup bisa lebih baik.

Baca juga: 5 Film Jackie Chan yang Layak Ditonton Disela-sela Aktivitas Anda

Mean Dreams tidak menawarkan akhir yang manis. Ia jujur. Bahwa mimpi anak-anak seperti Jonas dan Casey sering kali harus dibayar mahal. Bahwa cinta, dalam usia semuda itu, bukan tentang janji panjang, melainkan keberanian untuk bertahan satu hari lagi.

Mimpi mereka memang kecil.Tapi di dunia yang kejam, mimpi kecil pun bisa menjadi tindakan paling berani.

Mean Dreams kisah tentang kehilangan masa kanak-kanak, dan tentang dua remaja yang memilih berlari bukan karena pengecut melainkan karena hidup menuntut mereka untuk selamat.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru