SURABAYA – Dugaan permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh Ketua LPMK Manukan Wetan yang viral di media sosial mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
Sorotan tersebut datang dari Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Ia meminta agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan.
Baca Juga: Saifuddin Dukung Posko Pengaduan THR, Siap Tampung Keluhan Pekerja
“Barusan saya telepon Pak Febri Camat Tandes, dan saya minta untuk yang bersangkutan dievaluasi agar tidak diposisikan sebagai Ketua LPMK. Dan Pak Camat siap tindaklanjuti,” ujar Cak Yebe, sapaan akrabnya, Kamis (26/2).
Menurut dia, LPMK merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah. Karena itu, setiap pengurus harus menjaga integritas serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.
Dia menegaskan, dugaan permintaan THR dengan mengatasnamakan lembaga tidak dapat dibenarkan. Jika terbukti, langkah evaluasi dinilai perlu dilakukan agar marwah kelembagaan tetap terjaga.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2025, Pemkot Surabaya Buka Posko Pengaduan THR
“Kami tidak ingin lembaga kemasyarakatan tercoreng oleh tindakan yang tidak pantas. Evaluasi penting agar ke depan LPMK benar-benar bekerja untuk kepentingan warga,” tegas politisi Gerindra ini.
Ia juga mengimbau, seluruh LPMK di Surabaya agar tetap berpegang pada aturan dan etika dalam menjalankan tugas. Para pengurus diminta tidak memanfaatkan momentum apa pun untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya mengimbau seluruh LPMK se-Surabaya agar menjaga etika, menjaga kepercayaan masyarakat, dan tidak melakukan praktik-praktik yang bisa merusak citra lembaga,” katanya.
Baca Juga: Ketua Kadin Surabaya Usulkan 10 Terobosan untuk THR dan TRS
Ia berharap persoalan ini menjadi pembelajaran bersama. Menurutnya, LPMK harus menjadi contoh dalam tata kelola partisipasi masyarakat yang bersih dan transparan.
“Kepercayaan masyarakat itu mahal. Jangan sampai karena satu tindakan, seluruh LPMK ikut terdampak citranya,” pungkas Cak Yebe.
Editor : Redaksi