BANDUNG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kanwil Kemenhaji Jabar, Rabu (8/7).
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 sekaligus penyempurnaan layanan haji untuk musim haji 2027.
Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Kunjungi Kanwil Kemenhaji Jabar, Apresiasi Turunnya Angka Jemaah Wafat
"Alhamdulillah kami mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI, khususnya terhadap penyelenggaraan operasional haji di Jawa Barat tahun ini. Kami juga mendapat pesan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji di Jawa Barat," jelas Boy.
Ia menjelaskan, keberhasilan Jawa Barat dalam meningkatkan kepatuhan istitha'ah kesehatan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak sejak proses persiapan jamaah.
Menurut Boy, Kanwil Kemenhaji Jabar menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Baca Juga: Manasik Akbar KBIHU NU Digelar di Asrama Haji Indramayu
Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Haji dan Umrah di daerah, Dinas Kesehatan, serta tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi kepada calon jamaah mengenai pentingnya memenuhi syarat istitha'ah kesehatan.
"Kami membuat satu tim yang terdiri dari Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, serta tokoh masyarakat. Ketika ada jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha'ah, semuanya ikut memberikan penjelasan sehingga masyarakat dapat memahami alasan medis yang menjadi dasar keputusan tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Jawa Barat Digelar Serentak, 3.000 Peserta Berebut Formasi Terbatas
Boy mengatakan pendekatan kolaboratif tersebut terbukti efektif. Ia menyebut jumlah keberatan dari calon jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah tidak banyak jamaah yang menyampaikan komplain ketika dinyatakan tidak istitha'ah. Biasanya kendalanya karena mereka sudah menunggu lama untuk berangkat, tetapi melalui pendampingan dan penjelasan bersama, mereka bisa menerima keputusan tersebut," pungkasnya.
Editor : Redaksi