BINJAI – Tidak menunggu waktu lama. Di hari pertamanya bertugas sebagai Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, langsung melangkah keluar dari ruang kerjanya.
Baru-baru ini, ia memilih hadir di tengah para wakil rakyat, mendengar langsung suara masyarakat yang mereka wakili.
Baca juga: Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi Peran Kapolri dalam Percepatan Swasembada Pangan
Didampingi para Pejabat Utama Polres Binjai, Mirzal disambut hangat Ketua DPRD Kota Binjai K. Gusuartini Surbakti bersama pimpinan dan anggota DPRD lintas fraksi. Pertemuan berlangsung sederhana, tanpa jarak, di ruang kerja Ketua DPRD Kota Binjai.
Dalam suasana penuh keakraban itu, Kapolres Binjai menyampaikan niat tulusnya menjalankan amanah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Baginya, keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal kehadiran, kepedulian, dan kepercayaan.
“Saya datang untuk mendengar. Karena rasa aman lahir ketika masyarakat merasa didengarkan,” ujar Mirzal Maulana.
Ia menegaskan komitmen Polres Binjai untuk bekerja dengan hati melalui semangat SiGAP: Kerja Dengan Hati untuk Masyarakat.
Satu per satu, berbagai persoalan disampaikan. Ketua DPRD Kota Binjai mengungkapkan kegelisahan warga terkait dinamika politik yang mulai menghangat, kebocoran pendapatan daerah, aksi begal, hingga peredaran narkoba yang meski mulai berkurang namun masih menyisakan keresahan.
Baca juga: Polri Pastikan Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Wakil Pimpinan I DPRD Juli Sawitma menyuarakan harapan agar para kepala lingkungan tidak lagi merasa takut saat menyampaikan informasi, khususnya terkait peredaran narkoba. Ia berharap kehadiran polisi benar-benar memberi rasa aman, bahkan sebelum kejahatan terjadi.
Cerita juga datang dari anggota DPRD Fraksi Gerindra Ronggur Rajadoli Simorangkir yang mengaku pernah turun langsung menyuarakan penolakan terhadap narkoba. Upaya itu, menurutnya, mulai menunjukkan hasil.
Sementara T. Matsyah dari Fraksi NasDem menggambarkan keresahan warga Binjai Utara atas aksi geng motor dan tawuran pemuda yang kerap mencederai rasa aman, terutama di malam akhir pekan.
Baca juga: Kapolda Jatim Buka Pendidikan Bintara Polri, Ini Pesan yang Disampaikan
Masukan lain mengalir dari Fraksi PKS. Efendi Ginting berharap patroli polisi hadir di jam-jam sunyi menjelang subuh, sementara Dewi Darmayanti, mendorong pendekatan pencegahan melalui patroli malam dan sentuhan edukasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda tidak terjerumus pada kenakalan dan kekerasan.
Semua masukan itu disimak dengan serius. Mirzal Maulana menegaskan bahwa keamanan Kota Binjai bukan tanggung jawab polisi semata, melainkan buah dari kerja bersama. Ia berjanji, setiap keluhan yang disampaikan akan menjadi pijakan untuk langkah nyata di lapangan.
Pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam. Ketua dan anggota DPRD Kota Binjai menyambut baik langkah awal Kapolres Binjai yang memilih mendekat dan mendengar. Bahkan, dukungan konkret pun mengalir, termasuk kesiapan mendorong penguatan anggaran demi menjaga kamtibmas.
Editor : Redaksi