SURABAYA — Perkembangan perkeretaapian di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi sarana maupun prasarana.
Peningkatan ini tak lepas dari peran aktif pemerintah dalam mendukung KAI Group sebagai penyedia transportasi publik berbasis rel yang andal untuk mobilisasi masyarakat di kawasan aglomerasi.
Baca juga: DJKA Kawal Persiapan Perpanjangan Commuter Line Supas hingga Probolinggo
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan sejak mengoperasikan layanan Commuter Line di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada 2022, KAI Commuter terus berkomitmen mendukung pengembangan layanan perkeretaapian, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
“Dengan adanya penambahan lintas layanan ini, diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di Jawa Timur,” ujar Karina, Sabtu (17/1)
Saat ini, rata-rata volume pengguna Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) mencapai 4.417 orang per hari atau sekitar 130–140 ribu orang per bulan.
Dengan rencana perpanjangan layanan hingga Stasiun Probolinggo, okupansi layanan ini diproyeksikan akan meningkat signifikan.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, KAI Commuter tengah melakukan pembahasan intensif bersama para pemangku kepentingan terkait. Langkah strategis ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan KA Lokal bersubsidi (PSO/Public Service Obligation) yang saat ini berakhir di Stasiun Pasuruan.
Baca juga: Demi Keamanan, Pastikan Tiket Commuter Line Lokal Sesuai Identitas Penumpang
Karina menjelaskan, pemanjangan layanan akan dilakukan pada operasional Commuter Line Supas, dengan lintas pelayanan yang diperpanjang dari 63 kilometer menjadi 101 kilometer. Nantinya, relasi perjalanan akan berubah dari Surabaya–Pasuruan menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.
“Rencana ini merupakan bentuk dukungan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” tambahnya.
Berdasarkan hasil survei KAI Commuter, rencana perpanjangan layanan ini mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat. Bahkan, tingkat minat warga Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line tercatat mencapai 100 persen. Potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diperkirakan mencapai 304 orang per hari.
“Stasiun Probolinggo memiliki potensi tertinggi karena lokasinya strategis di pusat kota, dekat kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata,” jelas Karina.
Baca juga: Hari+3 Lebaran Commuter Line Surabaya Layani 49 Ribu Penumpang
Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling.
Ke depan, KAI Commuter juga merencanakan peningkatan fasilitas penunjang, seperti penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu, serta penambahan petugas operasional mulai dari loket, keamanan, hingga kebersihan guna memastikan pelayanan yang prima.
“Kami berharap perpanjangan layanan Commuter Line ini dapat segera terwujud sebagai solusi transportasi publik yang efisien dan terintegrasi bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkas Karina.
Editor : Redaksi