CIANJUR — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat membangun komitmen bersama dengan madrasah negeri dalam upaya mempercepat penataan Barang Milik Negara (BMN).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh satuan kerja peserta pada setiap angkatan Pembinaan Pengelolaan BMN sebagai bentuk kesiapan menindaklanjuti hasil pembinaan di masing-masing madrasah.
Baca Juga: Kanwil Kemenag Jabar Temukan Data BMN Belum Tertib, Aset Rusak Masih Tercatat Baik
Komitmen bersama tersebut menjadi salah satu capaian penting dari rangkaian Pembinaan Pengelolaan BMN yang telah dilaksanakan dalam empat angkatan dan diikuti oleh 157 satuan kerja madrasah negeri di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Melalui komitmen tersebut, Kanwil bersama seluruh madrasah menyatakan tekad untuk mempercepat penataan aset negara secara tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pelayanan Umum Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Haidar Yamin Mustafa, menegaskan bahwa komitmen yang dibangun melalui pembinaan harus diwujudkan dalam langkah nyata di setiap satuan kerja.
"Data yang telah dihimpun merupakan kondisi riil di lapangan. Tinggal bagaimana komitmen kita bersama untuk menindaklanjutinya sehingga penataan BMN benar-benar dapat diselesaikan di masing-masing madrasah," ujarnya.
Menurut Haidar, pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi maupun penandatanganan komitmen bersama. Seluruh peserta telah dibekali pemahaman teknis, dokumen pendukung, serta mekanisme penataan dan penghapusan BMN. Karena itu, tindak lanjut di satuan kerja menjadi indikator utama keberhasilan pembinaan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat juga menekankan bahwa keberhasilan penataan BMN membutuhkan dukungan penuh dari Kepala Madrasah kepada Kepala Urusan Tata Usaha (KAUR TU) dan operator BMN agar proses inventarisasi, validasi data, hingga penghapusan aset dapat berjalan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Plt. Kabag TU Minta Kepala Madrasah Dukung Percepatan Penataan BMN
Komitmen yang dibangun Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Imron Alhadi dari MTsN 2 Indramayu mengaku pembinaan telah mengubah pandangannya terhadap proses penghapusan BMN.
"Selama ini kami menganggap proses penghapusan aset itu rumit, bahkan terkesan menyeramkan. Setelah mengikuti pembinaan ini, kami memahami bahwa prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan selama dilaksanakan sesuai aturan," ungkapnya.
Senada dengan itu, Fadil A'Thoni dari MTsN 3 Indramayu menyebut pembinaan ini merupakan kegiatan yang telah lama dinantikan oleh para pengelola BMN di madrasah.
"Materi yang diberikan sangat membantu kami memahami tahapan penataan dan penghapusan BMN. Insyaallah kami akan segera menindaklanjuti prosesnya di satuan kerja masing-masing," katanya.
Baca Juga: Optimalkan Kehumasan Lewat Digitalisasi Kanwil Kemenag Jabar Gandeng Unpad
Sementara itu, Ridho Maulana dari MTs Depok menyampaikan apresiasi atas perhatian Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat terhadap peningkatan kapasitas tenaga tata usaha madrasah.
"Kami merasa diperhatikan melalui pembinaan ini. Semoga ke depan pembinaan seperti ini terus berlanjut sehingga tenaga tata usaha semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola BMN yang tertib, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Melalui komitmen bersama tersebut, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat berharap seluruh madrasah bergerak serentak menuntaskan penataan BMN di satuan kerja masing-masing. Sinergi antara Kanwil, Kepala Madrasah, KAUR TU, dan operator BMN diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pengelolaan aset negara sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan madrasah
Editor : Redaksi