MAJALENGKA – Ribuan warga Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Shalat Istisqa di Lapang Alun-Alun Majalengka, Senin, (14/9).
Shalat untuk memohon turunnya hujan itu digelar di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.
Baca Juga: Antar Kursi Roda ke Warga Surabaya, Budi Leksono Temukan Warga Lain yang Butuh Bantuan
Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah dan tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Shalat dipimpin Imam Khoerudin, sedangkan khotbah disampaikan Abu Mansyur.
Eman mengatakan kemarau panjang mulai memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Sejumlah sumur mulai mengering, sementara sawah yang menjadi tumpuan nafkah warga membutuhkan pasokan air.
“Kemarau panjang telah membawa dampak nyata di tengah-tengah kita. Sumur-sumur mulai mengering, sawah yang menjadi tumpuan nafkah masyarakat membutuhkan air, belum lagi beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu hal yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Eman.
Baca Juga: Komisi A Terima Aspirasi Terkait Usulan Sanksi Warga yang Tak Kibarkan Merah Putih
Menurut Eman, Shalat Istisqa bukan hanya ikhtiar spiritual untuk memohon hujan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Ketua MUI Kabupaten Majalengka KH. Anwar Sulaeman mengatakan Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan.
Namun, doa tersebut perlu disertai perbaikan hubungan dengan Allah, sesama manusia dan lingkungan.
Baca Juga: Tangis Haru Warga Tak Mampu, Terima Bungkusan Daging Kurban
“Doa harus dibarengi dengan ikhtiar. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak alam, menghemat penggunaan air dan membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan akibat kekeringan,” ujarnya.
Ia berharap Shalat Istisqa menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus kepedulian sosial terhadap warga yang terdampak kekeringan.
Editor : Redaksi