SMPN 1 Petarukan Gandeng Walimurid Perkuat Parenting Islami

Parenting Islami SMPN 1 Petarukan
Parenting Islami SMPN 1 Petarukan

PEMALANG - Menghadapi tantangan era digitalisasi yang semakin kompleks, SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga melalui kegiatan Parenting Islami bagi wali murid, Sabtu (31/10).

Kegiatan mengusung tema "Mendidik Anak di Era Digitalisasi yang Sesuai dengan Syariat Islam dan Kedisiplinan Murid".

Baca Juga: SMPN 1 Petarukan Jadikan Hari Santri Nasional Sebagai Momentum Penguatan Karakter Siswa

Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, serta fondasi keagamaan yang kuat.

Acara yang berlangsung di SMPN 1 Petarukan tersebut menghadirkan Hajjah Dzikriyah, seorang penceramah sekaligus guru pendidik, untuk memberikan pemahaman kepada wali murid tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku di usia remaja.

Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, anak-anak juga berisiko terpapar berbagai pengaruh negatif, mulai dari penggunaan gawai secara berlebihan, konten yang tidak sesuai usia, perundungan di dunia maya, hingga perubahan perilaku dan menurunnya kedisiplinan belajar.

Kondisi tersebut menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam mengawasi sekaligus membimbing anak. Pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan sekolah, tetapi harus diperkuat melalui pola asuh yang konsisten di lingkungan keluarga.

Melalui Parenting Islami, wali murid diharapkan semakin memahami pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, membangun komunikasi yang terbuka, serta menerapkan kedisiplinan tanpa mengabaikan kebutuhan psikologis anak.

Baca Juga: Lebih dari Sekedar Seragam Cokelat! Ini Pesan Kepala SMPN 1 Petarukan tentang Pramuka

Anak juga perlu dibimbing agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menjaga etika dalam pergaulan, menghormati guru dan orang tua, serta menjalankan kewajiban agama dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, menempatkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sebagai bagian penting dalam membangun karakter siswa.

Dalam menghadapi era digitalisasi, pendidikan karakter membutuhkan keteladanan dan pendampingan yang berkelanjutan. 

"Apa yang diajarkan guru di sekolah perlu diperkuat oleh orang tua di rumah agar anak memperoleh arahan yang konsisten," ujar Purwaningsih.

Baca Juga: Pengabdian Berakhir, Keteladanan Tiga Guru SMPN 1 Petarukan Tetap Dikenang

Ia mengatakan,Bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. 

"Kami ingin membangun kesamaan visi dalam mendidik anak agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki kedisiplinan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia,” jelasnya.

Menurutnya, pembentukan karakter sejak usia remaja menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sekolah harus berjalan beriringan dalam menanamkan tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada sesama. 

Editor : Redaksi