Heboh Truk Tangki BPBD di Mereng, Kepala Pelaksana Beri Klarifikasi Jelas dan Tegas

Truk Tangki BPBD Pemalang di Desa Mereng
Truk Tangki BPBD Pemalang di Desa Mereng

PEMALANG - Kemunculan foto truk tangki berlogo Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Dusun Bengkeng, Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, di tengah dinamika menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Isu yang mengaitkan keberadaan kendaraan tersebut dengan kepentingan salah satu calon kepala desa langsung mendapat bantahan tegas dari Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmalludin.

Baca Juga: BPBD Pemalang Serap Aspirasi Warga untuk Perkuat Pelayanan Kebencanaan

Ia menegaskan, kegiatan distribusi atau dropping air bersih yang dilakukan BPBD merupakan agenda rutin untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. 

Kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun dukungan terhadap calon kepala desa tertentu.

Menurut Agus, penyaluran air bersih telah berlangsung sejak Juli 2026 dan diperkirakan berlanjut hingga awal Desember mendatang, menyesuaikan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pemalang.

"BPBD tidak ada kaitannya dengan pesta demokrasi Pilkades Serentak di Kabupaten Pemalang. Narasi pemberitaan yang menyatakan bahwa pihak BPBD bersama tim relawannya membantu salah satu calon kepala desa sama sekali tidak benar," tegas ditemui langsung di ruang kerjanya, pada kamis (29/10).

Agus menjelaskan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan.

Dalam pelaksanaannya, BPBD juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM), serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap penanganan bencana kekeringan.

Baca Juga: Jaga Kesehatan di Tengah Abu Vulkanik, BPBD Pemalang Imbau Warga Gunakan Masker Saat di Luar Ruangan

Karena itu, menurutnya, kegiatan distribusi air bersih harus dilihat dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, bukan langsung dikaitkan dengan kepentingan politik hanya karena berlangsung menjelang Pilkades.

"Kegiatan dropping air bersih ke beberapa daerah di Pemalang yang terdampak merupakan rutinitas BPBD. Kegiatan ini dimulai sejak Juli dan kemungkinan berlangsung sampai awal Desember 2026," jelasnya.

Tak hanya membantah adanya keterkaitan dengan Pilkades, Agus juga memberikan klarifikasi mengenai foto yang beredar dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Ia menegaskan, orang-orang yang terlihat dalam foto tersebut bukan pegawai BPBD maupun relawan yang dikenalnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Pemalang Selatan, Robohkan Pohon Besar dan Bangunan

"Foto yang termuat sebagai pelengkap pemberitaan juga bukan pegawai BPBD maupun relawan kami. Saya sendiri tidak mengenal orang-orang yang ada di dalam foto tersebut," ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi BPBD Pemalang yang membantah tudingan bahwa personel maupun relawannya dikerahkan untuk membantu kepentingan salah satu calon kepala desa di Mereng.

Meski demikian, identitas orang-orang dalam foto, tujuan keberadaan mereka di lokasi, serta hubungan mereka dengan kegiatan penyaluran air bersih masih memerlukan verifikasi lebih lanjut agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat. 

Editor : Redaksi