SURABAYA - The Good Nurse tidak datang dengan teriakan horor atau musik mencekam. Ia memilih jalan sunyi dan justru di sanalah rasa takut tumbuh perlahan.
Film ini diangkat dari kisah nyata Charles Cullen, perawat yang selama bertahun-tahun membunuh pasiennya tanpa dicurigai, terlindung oleh sistem yang terlalu percaya dan terlalu takut membuka aibnya sendiri.
Baca juga: The Judge from Hell (2024): Ketika Keadilan Turun Bukan untuk Mengampuni
Amy Loughren (Jessica Chastain) adalah perawat yang lelah, sakit, dan hidupnya nyaris runtuh. Ia bekerja sambil menyembunyikan kondisi jantungnya, bertahan demi dua anak yang menunggu di rumah.
Ketika Charlie Cullen (Eddie Redmayne) datang sebagai rekan kerja baru, Amy menemukan sesuatu yang jarang ia miliki: rasa aman.
Charlie ramah, perhatian, dan selalu siap membantu. Ia tahu kapan harus diam, kapan harus mendengarkan.
Dalam dunia rumah sakit yang dingin dan penuh tekanan, kehadirannya terasa seperti penghiburan. Dan justru di situlah kejahatan bersembunyi tidak dalam kegelapan, melainkan dalam kepercayaan.
Film ini tidak membangun ketegangan lewat adegan kejar-kejaran. Ia membiarkan penonton menyadari kengerian itu perlahan, bersamaan dengan kesadaran Amy. Bahwa orang yang paling ia percaya, yang paling ia butuhkan, adalah sumber bahaya itu sendiri. Pengkhianatan dalam film ini terasa personal, nyaris intim.
Baca juga: The Texas Chain Saw Massacre (1974): Teror yang Lahir dari Dunia yang Kehabisan Belas Kasih
Eddie Redmayne tampil dingin dan menahan diri. Tidak ada ledakan emosi, tidak ada wajah bengis. Charlie justru menakutkan karena ia terlihat biasa.
Sementara Jessica Chastain membawa kelelahan yang nyata seorang perempuan yang terlalu lama bertahan, sampai nyaris tidak punya tenaga untuk marah.
Yang paling menyakitkan dari The Good Nurse bukan hanya soal pembunuhan, tapi tentang sistem. Rumah sakit yang memilih memindahkan masalah daripada menghadapinya.
Baca juga: The Texas Chain Saw Massacre (1974): Teror yang Lahir dari Dunia yang Kehabisan Belas Kasih
Administrasi yang lebih takut pada tuntutan hukum daripada nyawa manusia. Kejahatan itu tidak berdiri sendiriia dibiarkan tumbuh.
Dalam film ini, kejahatan bukan hanya dilakukan oleh satu orang. Ia dipelihara oleh keheningan, oleh pembiaran, oleh rasa aman palsu.
The Good Nurse pengingat bahwa kebaikan yang tampak tulus pun perlu diawasi. Bahwa empati tanpa kewaspadaan bisa berubah menjadi celah. Dan bahwa kadang, yang paling berbahaya bukan monster melainkan orang yang kita anggap penyelamat.
Editor : Redaksi