PEMALANG - Akibat curah hujan tinggi mengguyur Kabupaten Pemalang dalam beberapa hari ini terjadi banjir bandang di wilayah selatan kabupaten berjuluk Pusere Jawa ini.
Ironisnya banjir air bercampur tanah itu bertepatan dengan hari jadi kabupaten Pemalang yang ke 451 pada 24 Januari 2026. Dimana pada saat yang sama jajaran Pemkab sedang menggelar upacara peringatan ulang tahun di kawasan kota, sementara di bagian selatan kota dilanda bencana.
Baca juga: Banjir Cakung Polri Kerahkan 132 Personel, Perahu Taktis dan Dapur Lapangan Brimob
Banjir bandang disertai dengan glondongan kayu hanyut menyapu beberapa titik di 2 kecamatan, yaitu Pulosari dan Moga, ada lima desa yang paling terdampak banjir bandang.
Camat Pulosari, Arif Senoaji, menuturkan, di wilayahnya ada 3 desa yang terkena dampak banjir bandang, bahkan sampai menghanyutkan rumah warga.
“Ada 3 desa yang terdampak, Penakir, Nyalembeng dan Gunungsari,paling parah di Desa Penakir karena ada 8 rumah warga yang terbawa banjir,” jelasnya.
Baca juga: Peduli Bencana Banjir, PKS Pemalang Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Bagi Warga Terdampak
Sementara di Kecamatan Moga, jumlah desa yang terdampak ada 2, yaitu di Sima dan Pepedan.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Kecamatan Moga, Imam Fahrudin, mengatakan, puluhan rumah warga di kedua desa tersebut (Sima dan Pepedan) rusak karena dihantam banjir bandang. Kerusakan rumah, mulai dari ringan, sedang hingga berat.
Pihaknya pun sudah mendata, warga-warga yang tempat tinggalnya rusak imbas bencana alam ini.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras Air Sungai Comal Meluap, Beberapa Wilayah di Pemalang Terendam Banjir
“Kami mendata ada 33 rumah rusak di Desa Sima. Rumah-rumah yang rusak itu ada Dusun Gintung dan Tretep, di situ paling banyak rumah rusak. Kemudian di Desa Pepedan, ada 2 rumah rusak,” jelasnya.
Sementara itu, terlihat di lokasi banjir bandang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah siaga di lokasi bencana.
Editor : Redaksi