SURABAYA - Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Jawa Timur, Muhammad Alyas, mengundang seluruh jajaran Pengurus Provinsi Pordi Jawa Timur serta Pengurus Daerah Pordi se-Jawa Timur untuk menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat sinergitas program dan kegiatan organisasi tahun 2026 melalui koordinasi dan komunikasi yang intensif di seluruh struktur organisasi.
Baca juga: Lia Istifhama Apresiasi Dispora Jatim Perjuangkan Olahraga Masyarakat
Rakorda tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Diponggo Culinari & Sport, Jalan Bintang Diponggo, Surabaya.
"Agenda utama rapat adalah pembahasan koordinasi program kerja organisasi Pordi di tingkat provinsi dan daerah guna memastikan keselarasan arah kebijakan serta efektivitas pelaksanaan kegiatan ke depan." kata Ilyas
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Pordi, Andi Jamaro Dulung, menegaskan peran strategis Jawa Timur dalam sejarah dan pengembangan Pordi.
Ia menyampaikan bahwa Jawa Timur telah berperan aktif dalam pembentukan regulasi organisasi domino di Indonesia.
Baca juga: Kritisi Permenpora Nomor 14/2024, LaNyalla: Bisa Jadi Masalah Ekosistem Olahraga Nasional
"Bahkan, nama Pordi lahir dari Jawa Timur, yang pada awalnya bernama Persatuan Olahraga Domino Indonesia, sebelum kemudian berubah menjadi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia." jelasnya.
Ia juga menjelaskan pada tahun 2022, Pordi telah memperoleh pengesahan resmi dari Kementerian Hukum dan HAM.
Ia menyebut sebelum pengesahan tersebut, Kementerian Hukum dan HAM meminta rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), yang menegaskan bahwa Pordi merupakan satu-satunya organisasi yang secara resmi mengurusi olahraga domino di Indonesia.
Baca juga: Azhar Kahfi Luncurkan #AkuKoncomu Cup, Tekankan Nilai Silaturahmi dan Edukasi
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya integritas dalam proses pendaftaran dan pengelolaan organisasi. Ia berharap tidak terjadi manipulasi dalam proses administrasi, karena hal tersebut akan menjadi kesalahan yang merugikan organisasi.
"Kami komitmennya untuk terus berjuang membesarkan Pordi di tingkat nasional." tutupnya.
Editor : Redaksi