SURABAYA – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus menjadi perhatian utama jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, saat memaparkan hasil pengungkapan kasus kriminalitas selama periode Mei 2026 dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa sore,(2/6).
Baca juga: Polda Jatim Musnahkan Barang Bukti Narkotika, Kapolda: Surabaya Jadi Zona Rawan Tertinggi
Kapolda menjelaskan, sepanjang bulan Mei, seluruh jajaran kepolisian di Jawa Timur mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek diperintahkan untuk meningkatkan patroli, memperkuat kegiatan preventif, serta melakukan tindakan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas yang meresahkan masyarakat.
“Selama bulan Mei, kami menginstruksikan seluruh jajaran, baik Polda, Polres maupun Polsek se-Jawa Timur untuk meningkatkan kegiatan kepolisian, patroli, serta langkah preventif dan represif guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Berbagai langkah tersebut membuahkan hasil. Dalam kurun waktu satu bulan, aparat kepolisian berhasil mengungkap 720 kasus kriminalitas dengan 390 tersangka yang diamankan dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Kasus pencurian masih menjadi tindak pidana yang paling banyak ditangani dengan 219 kasus, diikuti penganiayaan sebanyak 46 kasus, pengeroyokan 35 kasus, serta sejumlah tindak pidana lainnya yang berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita berbagai barang bukti berupa kendaraan bermotor, senjata tajam, senjata api, uang tunai, perangkat elektronik hingga perhiasan emas yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan.
Namun bagi Kapolda, keberhasilan pengungkapan kasus bukan semata soal angka. Di balik setiap kasus yang berhasil ditangani, terdapat harapan masyarakat yang ingin hidup lebih aman, keluarga yang membutuhkan kepastian hukum, serta komitmen aparat untuk memberikan perlindungan kepada warga.
Baca juga: Kabid Humas Polda Jatim Tutup Pelatihan Public Speaking, Tekankan Komunikasi Jujur dan Transparan
Karena itu, Kapolda mengajak masyarakat untuk terus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan dengan tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak kejahatan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Respons masyarakat terhadap situasi keamanan di Jawa Timur cukup positif. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi, melapor apabila mengetahui, menyaksikan, atau menjadi korban tindak kejahatan,” katanya.
Menurutnya, informasi sekecil apa pun yang disampaikan masyarakat dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mencegah kejahatan maupun mengungkap suatu perkara dengan lebih cepat.
“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula anggota kami dapat bergerak melakukan penanganan demi menjaga rasa aman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Optimalisasi Gakkum Presisi : Ditlantas Polda Jatim Gelar Operasi Dakgar Berbasis Handheld
Menutup keterangannya, Kapolda memastikan bahwa Polda Jawa Timur akan terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap setiap persoalan keamanan yang terjadi.
“Polda Jawa Timur akan terus hadir untuk masyarakat, menjaga keamanan wilayah, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi warga Jawa Timur,” pungkasnya.
Bagi masyarakat, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. Keamanan adalah tanggung jawab bersama yang tumbuh dari kepedulian, kewaspadaan, dan keberanian untuk saling menjaga. Melalui kolaborasi yang kuat antara polisi dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Jawa Timur dapat terus terjaga sehingga aktivitas sosial, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari warga dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Editor : Redaksi