SURABAYA – Upaya pemerintah untuk mewujudkan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran terus dilakukan. Salah satunya melalui uji coba digitalisasi bantuan sosial lewat Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang saat ini tengah dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar'ah. Menurutnya, digitalisasi Perlinsos menjadi upaya penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Baca juga: Banyak Warga Keluhkan Tekanan Air Rendah, Komisi B DPRD Panggil PAM Surya Sembada
"Ini memang ada uji coba Perlinsos digital. Itu dalam artian nanti pemerintah kota itu ingin memastikan bahwasanya warga itu yang mendapatkan bantuan sosial itu tepat sasaran," kata Zuhrotul, Rabu (10/6).
Ia menjelaskan, selama ini masih terdapat warga kurang mampu yang belum mendapatkan intervensi sosial dari pemerintah karena persoalan validitas data. Salah satunya berkaitan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pengelompokan desil penerima bantuan.
"Jadi sementara ini kan banyak ya, ada warga yang tidak mampu tapi tidak mendapatkan intervensi sosial dari pemerintah. Nah, itu terkait datanya yang kemarin DTSEN itu tidak masuk di desilnya. Ya, yang mendapatkan bantuan itu kan desil 1 sampai desil 5," katanya.
Legislator asal PAN itu menyampaikan, penentuan desil juga mempertimbangkan kepemilikan aset seperti rumah maupun kendaraan. Namun dalam sejumlah kasus, data aset yang tercatat tidak lagi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Baca juga: Buchori Imron Minta DLH Cegah Truk Sampah Bermasalah Beroperasi, Hindari Kebocoran Air Lindi
"Misalnya seseorang pernah memiliki kendaraan atau rumah yang sudah dijual, tetapi belum ada perubahan data kepemilikan. Akibatnya aset tersebut masih tercatat atas nama yang bersangkutan dan memengaruhi penilaian kondisi ekonominya," jelasnya.
Menurutnya, ketidaksesuaian data subjektif semacam itu dapat menyebabkan warga yang seharusnya berhak menerima bantuan justru tidak terakomodasi dalam program perlindungan sosial.
Karena itu, ia berharap kehadiran Perlinsos Digital dapat menjadi solusi untuk memperbarui dan memvalidasi data masyarakat secara lebih akurat.
Baca juga: Faris Abidin Soroti Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Proyek Pembangunan di Surabaya
"Dengan adanya Perlinsos Digital, diharapkan warga dapat menyampaikan data subjektif yang sebenar-benarnya. Sehingga penyaluran bantuan sosial bisa lebih akurat, tepat sasaran, dan transparan," tegasnya.
Saat ditanya mengenai efektivitas program tersebut agar benar-benar tepat sasaran, Zuhrotul menilai Pemkot Surabaya harus menerapkan strategi jemput bola melalui sosialisasi yang masif kepada masyarakat.
"Ya, harus dilakukan sosialisasi secara intensif. Pemerintah tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang, tetapi juga harus aktif jemput bola agar warga memahami pentingnya memperbarui data mereka," pungkasnya.
Editor : Redaksi