Budi Leksono Ajak Mahasiswa Diskusi Soal Pemekaran Dapil Surabaya ‎

Reporter : Aldi Fakhrudin
Budi Leksono saat diskusi bersama mahasiswa

‎SURABAYA - Membangun keakraban bersama mahasiswa, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menggelar diskusi santai dengan sejumlah mahasiswa di salah satu tempat makan kawasan Jalan Yos Sudarso.

‎Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pandangan terkait isu yang berkembang di media sosial, khususnya mengenai wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) pada pemilu mendatang serta kewenangan DPRD Surabaya.

Baca juga: Buleks Ingatkan Skala Prioritas dalam Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh

‎Budi Leksono yang akrab disapa Buleks menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara legislatif dan kalangan akademisi untuk bertukar gagasan mengenai demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.

‎"Bersama adik-adik mahasiswa dari Unair dan Unesa, hari ini kita berdiskusi terkait pemilu dan pemekaran serta kewenangan DPRD Surabaya,” ujarnya, Kamis (25/6).

‎Namun sebelum masuk ke pembahasan utama, Buleks terlebih dahulu menjelaskan mengenai kewenangan DPRD sebagai lembaga legislatif. Menurutnya, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi legislasi, fungsi penganggaran (budgeting), dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

‎“Dalam hal ini kami melakukan pengawasan dan mengontrol jalannya pemerintahan. DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah," terangnya.

‎Sementara terkait kepemiluan, pihaknya menyebut masih menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat. Pasalnya, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga saat ini belum ada regulasi terbaru yang menjadi acuan.

Baca juga: Jumat Berkah, Relawan Buleks’99 Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Warga Surabaya ‎

‎Hal yang sama juga berlaku pada wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya yang masih dalam tahap kajian dan pembahasan oleh penyelenggara pemilu.

‎“Hingga saat ini penyelenggara Pemilu di Kota Surabaya masih melakukan kajian dan diskusi publik. Apakah nanti berkembang menjadi 6 dapil atau 7 dapil,” paparnya.

‎Di sisi lain, perwakilan mahasiswa Universitas Airlangga, Dicky Ilham Ramadan, mengaku tertarik untuk ikut berdiskusi mengenai wacana pemekaran dapil di Kota Surabaya.

Baca juga: Budi Leksono Serap Aspirasi Warga Gundih soal CCTV dan Bantuan Sosial

‎“Melalui pemekaran dapil ini, kami berharap pragmatisme dalam pemilu bisa berubah," ucapnya.

‎Dengan adanya ruang diskusi tersebut, Dicky menilai mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, tetapi juga dapat menyampaikan berbagai masukan konstruktif kepada para pemangku kebijakan.

‎"Kami juga bahkan memberikan masukan sebagai solusi untuk jalannya demokrasi dan pemerintahan lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru