SURABAYA – Lantunan sholawat menggema di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (8/8) malam. Ribuan masyarakat berkumpul dalam suasana penuh khidmat untuk berdzikir, bersholawat, dan memanjatkan doa bersama menyambut sekaligus mensyukuri 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai pengisi utama sholawat bersama masyarakat. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, serta sejumlah ulama dari dalam dan luar negeri.
Baca juga: Sholawat dan Senyum Anak-Anak Warnai Peringatan Isro’ Mi’raj di SDN Tanah Kali Kedinding V
Kehangatan suasana tersebut mendapat apresiasi dari Lia Istifhama. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas bukan sekadar seremoni, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang konsisten memberikan ruang bagi kegiatan-kegiatan positif, seperti dzikir, sholawat dan doa bersama yang melibatkan masyarakat secara luas,” ujar Lia.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menilai kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berhenti sejenak dari rutinitas, berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mensyukuri perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Menurutnya, pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan positif juga dapat memperkuat suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kita sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sangat menjaga kegiatan-kegiatan positif, dzikir, sholawat dan doa untuk mensyukuri 81 tahun Indonesia merdeka,” katanya.
Lia juga melihat kegiatan yang digelar Pemprov Jatim dalam rangkaian peringatan kemerdekaan memiliki warna yang beragam. Mulai dari kegiatan hiburan hingga kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat.
“Selain itu juga beliau Gubernur kemarin juga nobar, dan sekarang lomba, terus sekarang bersholawat bersama dengan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf,” ungkapnya.
Kehadiran Habib Syech turut menjadi daya tarik tersendiri. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang dan mengikuti lantunan sholawat bersama.
Namun, bagi Lia, ada hal lain yang tidak kalah penting dari kegiatan tersebut. Yakni munculnya peluang ekonomi bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
Baca juga: Meriah dan Khidmat, RW 11 Kedinding Tengah Peringati Maulid Nabi dengan Sholawat dan Pengajian Umum
Menurutnya, ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan.
“Pecinta sholawat semuanya berkumpul. Dan ini bukan hanya mengajak masyarakat berkumpul, tapi salah satu poin utama dalam kegiatan-kegiatan Gubernur selalu memberikan ruang bagi para pelaku usaha,” tutur Lia.
Sejumlah pedagang memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan berbagai dagangan, mulai minuman, makanan ringan, gorengan hingga kebutuhan lainnya.
Bagi pedagang kecil, keramaian semacam itu bukan sekadar suasana meriah. Kehadiran banyak orang berarti adanya peluang transaksi dan tambahan pemasukan untuk keluarga.
“Mereka menjual minuman, jualan gorengan dan sebagainya. Dan mereka merasakan banget bagaimana faedah dari kebaikan Gubernur,” ujar Lia.
Lia menilai hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan publik dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Masyarakat mendapatkan ruang untuk memperkuat silaturahmi dan spiritualitas, sementara pedagang serta UMKM memperoleh kesempatan untuk menggerakkan roda ekonomi.
Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Gelar Sholawatan di Serambi Ampel
Ia berharap pola kegiatan yang mampu mempertemukan aspek sosial, keagamaan dan ekonomi masyarakat dapat terus dikembangkan.
“Pemerintah perlu terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat hubungan sosial sekaligus membangun suasana yang kondusif,” katanya.
Menurut Lia, pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari besarnya proyek infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi makro. Pergerakan ekonomi masyarakat kecil juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Karena itu, menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kebersamaan, rasa syukur, serta terciptanya ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat secara langsung.
“Kalau kegiatan bisa menghadirkan manfaat sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat, tentu ini sesuatu yang baik dan patut terus dipertahankan,” pungkas Lia.
Editor : Redaksi