Mimin Bantah Tuduhan Pelanggaran PKH, Didin Minta Maaf atas Unggahan di Medsos

Reporter : M. Farhan
Mimin memberikan hak jawab atas tuduhan PKH

MAJALENGKA – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Mimin Nuraemin, menyampaikan hak jawab atas unggahan media sosial yang menuding dirinya melakukan sejumlah pelanggaran dalam penyaluran bantuan sosial.

Mimin membantah tudingan bahwa dirinya mencoret nama penerima PKH, memegang kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), serta melakukan potongan Rp60 ribu setiap kali pencairan melalui BRILink. Menurut dia, tudingan tersebut tidak didasarkan pada fakta dan sebelumnya tidak dikonfirmasikan kepadanya.

Baca juga: 3.701 KPM di Majalengka Terima Bantuan Sembako PKH, Total Anggaran Rp2,64 Miliar

"Saya keberatan atas kalimat-kalimat yang tidak berdasar dan merupakan penghinaan," kata Mimin dalam hak jawabnya.

Ia juga membantah tudingan dirinya menjadi penggerak atau fasilitator di balik pencairan bantuan sosial PKH. Mimin menyatakan tidak mengetahui perihal yang dituduhkan dalam unggahan tersebut.

Menurut Mimin, tuduhan mengenai pencoretan KPM, pengumpulan kartu KKS, dan pemotongan pencairan PKH telah merugikan reputasinya sebagai pendamping PKH Desa Garawastu. Ia menilai unggahan tersebut merupakan narasi yang tidak berimbang dan tidak diverifikasi.

Baca juga: Fraksi PDIP-PAN DPRD Surabaya Terima Aduan Ahli Waris Soal PKH dan Sertifikat Rumah

Mimin menyatakan hak jawab tersebut merupakan upayanya membela kepentingan hukum melalui jalur yang sah. Ia juga meminta agar unggahan yang dinilai merugikan tersebut dihapus.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu yang ditentukan, Mimin menyatakan akan mengambil langkah hukum lanjutan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Program Permakanan Surabaya Tak Dihapus, Tapi Dialihkan Karena Aturan

Sementara itu, Didin selaku pihak yang sebelumnya mengunggah tudingan tersebut telah menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku menyadari kekeliruannya setelah unggahannya di berbagai media sosial menimbulkan kegaduhan.

"Saya minta maaf pada semua dan telah membikin kegaduhan. Saya hilap karena ketidaktahuan saya terkait efek medsos, bahwa sebenarnya saya salah ketik terkait kata-kata saya yang telah saya unggah di medsos," ujar Didin, Selasa (14/9). 

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru