Pernah Duduk di Wakil Rakyat, Nuryadi Turun Gunung Berebut Calon Kades Kalirandu

Nuryadi Calon Kades Kalirandu
Nuryadi Calon Kades Kalirandu

PEMALANG – Dari gedung wakil rakyat menuju pemerintahan desa. Begitulah gambaran langkah politik Nuryadi yang kini memilih turun gunung dengan maju sebagai calon Kepala Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, dalam Pilkades Serentak Kabupaten Pemalang yang akan digelar pada 9 November 2026 mendatang.

Bukan nama baru dalam dunia pelayanan dan aspirasi masyarakat, Nuryadi sebelumnya pernah menjadi wakil rakyat untuk Pemalang. Kini, pengalaman tersebut kembali diuji, bukan di ruang sidang atau gedung dewan, melainkan langsung di tengah masyarakat Desa Kalirandu.

Baca Juga: Ringan Tangan Atasi Keluhan Lingkungan, Waindun Terima Desakan Warga Maju Pilkades Sungapan

Langkah Nuryadi maju dalam kontestasi Pilkades pun mulai menjadi perhatian. Rekam pengalaman sebagai mantan wakil rakyat menjadi salah satu modal yang ditawarkan kepada masyarakat untuk membangun desa.

Bagi sebagian pendukungnya, keputusan Nuryadi maju sebagai calon kepala desa dinilai bukan langkah biasa.

"Dari wakil rakyat kembali ke rakyat, ini yang membuat kami optimistis. Pengalaman Pak Nuryadi kami harapkan bisa dibawa untuk membangun Kalirandu,” ujar Ahmad, salah satu warga.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami bagaimana memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kami tidak hanya melihat siapa orangnya, tetapi juga pengalaman dan kemauan untuk bekerja. Kalau sudah pernah memperjuangkan aspirasi masyarakat, kami berharap ketika memimpin desa juga tetap dekat dengan warga,” ungkapnya.

Dari Wakil Rakyat, Kini Membidik Balai Desa

Pilkades Kalirandu kini memasuki babak menarik. Nuryadi membawa pengalaman politik dan kemasyarakatan yang pernah dimilikinya ke arena pemilihan kepala desa.

Jika sebelumnya aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui lembaga perwakilan, kali ini tantangannya berbeda. Seorang kepala desa harus berhadapan langsung dengan kebutuhan warga setiap hari.

Pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pertanian, transparansi pemerintahan hingga peningkatan kesejahteraan menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan kerja nyata.

Nuryadi pun menyatakan kesiapannya apabila masyarakat memberikan amanah untuk memimpin Kalirandu.

"Saya maju karena ingin kembali mengabdikan diri kepada masyarakat. Pengalaman yang pernah saya dapatkan sebagai wakil rakyat tentu menjadi bekal, tetapi yang paling penting adalah bagaimana pengalaman itu bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalirandu,” ungkap Nuryadi saat dikonfirmasi pada Selasa (15/9).

Lebih lanjut, ia menegaskan, Pilkades bukan sekadar pertandingan untuk mencari pemenang.

Menurutnya, seluruh calon memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan, sementara masyarakat memiliki hak penuh menentukan pilihan.

"Saya ingin Pilkades berjalan aman, tertib dan penuh persaudaraan. Berbeda pilihan itu biasa. Setelah Pilkades selesai, kita tetap warga Kalirandu dan harus bersama-sama membangun desa,” tambah Nuryadi.

Bukan Sekedar Balik Kandang

Keputusan Nuryadi maju sebagai calon kepala desa juga memunculkan satu pertanyaan besar: apakah pengalaman sebagai mantan wakil rakyat akan menjadi kekuatan untuk merebut hati masyarakat Kalirandu? Jawabannya tentu tidak cukup hanya dengan popularitas.

Masyarakat akan melihat visi, program, rekam jejak, kemampuan berkomunikasi, serta sejauh mana setiap calon mampu menawarkan gagasan yang realistis untuk kemajuan desa.

Bagi Nuryadi, pencalonan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pengalaman politik tidak harus berhenti ketika seseorang meninggalkan kursi wakil rakyat.

Kini, medan pengabdiannya berpindah. Dari gedung dewan menuju desa. Dari memperjuangkan aspirasi di tingkat kabupaten, menuju pertarungan mendapatkan kepercayaan langsung dari warga Kalirandu.

Baca Juga: MBG Beji Dua Bantah Cemari Saluran Irigasi Pertanian, Limbah Dapur Terlebih Dahulu Disaring

Pilkades Serentak Kabupaten Pemalang 2026 pun semakin menarik untuk diikuti. Nuryadi sudah menabuh genderang dengan visi-misi berslogan HARMONIS:

Hijau, Aman, Religius, Manusiawi, Organisatoris, Ngayomi, Inovatif dan Sehat.

Hijau

Desa Kalirandu memiliki area persawahan yang luas, tersebar di 5 dusun dan semua terkategori irigasi teknis (LSD: Lahan Sawah Dilindungi).

Dengan potensi ini, untuk menuju petani yang sejahtera, perlu adanya peran dari Pemerintah Desa dengan tata kelola infrastruktur yang baik, yaitu saluran tersier yang baik sehingga persawahan tidak kekurangan air, jalan usaha tani yang baik sehingga transportasi di area persawahan bisa berjalan dengan lancar, ketersediaan pupuk dan pestisida yang cukup.

Aman

Masyarakat untuk bisa beraktivitas, baik mencari nafkah, menuntut ilmu maupun menikmati hidup, adanya jaminan keamanan yaitu tidak adanya intimidasi, diskriminasi dan juga rasa cemas.

Religius

Secara historis, masyarakat Desa Kalirandu sampai sekarang adalah masyarakat yang agamis. Maka ukhuwah Islamiyah ini perlu kita lanjutkan dan terus kita pererat dengan mengedepankan ibadah dan tali silaturahmi sehingga terbentuklah insan-insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT).

Manusiawi

Baca Juga: Musim Durian Tiba, Ribuan Butir Ludes Diserbu Pembeli Setiap Hari

Pada hakikatnya, semua manusia itu adalah sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah amal ibadah dan ketakwaannya. Maka, sebagai seorang pemimpin saya akan bertekad memanusiakan manusia.

Organisatoris

Semua kehidupan berbangsa dan bernegara harus terorganisir, tertata dan terstruktur, patuh dengan regulasi atau peraturan. Maka saya akan memfungsikan lembaga-lembaga yang ada di desa, di antaranya BPD, LPMD, Karang Taruna, PKK, BUMDes.

Ngayomi

Akan melindungi seluruh warga Desa Kalirandu, baik yang mendukung saya atau tidak dalam kontestasi ini. Saya akan tetap menerima kritik, saran, masukan dan menjadi kontrol serta pertimbangan saya dalam memutuskan suatu kebijakan.

Inovatif

Dengan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang di antaranya dari Bondo Deso atau Tanah Kas Desa (TKD), Pasar Desa, pengembalian pajak yang lumayan besar yaitu Rp300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) lebih per tahun, CSR dari pabrik-pabrik akan saya kembangkan untuk membangun Desa Kalirandu dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

Sehat

Sehat adalah kata kunci untuk kita bisa menikmati hidup. Maka, kegiatan-kegiatan yang menuju fungsi sehat perlu kita dukung dan dilanjutkan seperti Posyandu, sanitasi.

Warga Kalirandu yang akan menentukan siapa yang akhirnya dipercaya memimpin desa. 

Editor : Redaksi