SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Enny Minarsih, menyoroti salah satu Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Kota Pahlawan yang belakangan menjadi perhatian publik.
SWK yang dimaksud yakni SWK Bratang Binangun. Sebelumnya, warga melaporkan kondisi SWK tersebut melalui Hotline Wali Kota. Dalam laporan itu, meja makan dinilai masih dipenuhi peralatan makan bekas, sementara fasilitas wastafel mengalami kebocoran.
Baca juga: Gempar Jatim Soroti Pengembang hingga Kualitas Air Baku PJT I
Untuk mencegah terjadinya hal serupa, Enny mendorong Dinkopdag Surabaya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap seluruh Sentra Wisata Kuliner (SWK).
"Ke depan saya mendorong Dinkopdag Surabaya ataupun pihak yang bekerja sama dengan Dinkop untuk memberikan report secara berkala, entah bulanan sehingga di lapangan tidak sampai terjadi SWK kurang nyaman," ujarnya, Rabu (17/9).
Tak hanya soal kebersihan SWK, Enny yang juga Ketua Bapemperda DPRD Surabaya itu menilai saat ini pihaknya tengah membahas penataan SWK dan pasar tradisional yang berada di bawah Dinkopumdag.
"Memang waktu itu penjelasannya tentang hubungannya dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Tetapi memang jadi lebih tahu, saat Dinkopumdag menjelaskan tentang kondisi SWK di Surabaya," ucapnya politisi perempuan asal PKS itu.
Baca juga: Yuga Dorong Satwa Hasil Pertukaran Komodo Dikembangbiakkan di KBS
Sementara itu, terang Enny Minarsih, sejak pandemi Covid-19, retribusi dari sektor SWK tercatat nol rupiah. Salah satu masukan yang diberikan, lanjutnya, yakni mencoba menambah objek retribusi.
“Sebagai kompensasi dari retribusi ada pendampingan dari Dinkopumdag, agar SWK lebih bergerak dan berdampak untuk pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Termasuk salah satu hal yang membuat SWK perlu mendapat perhatian, menurut Enny Minarsih, adalah persoalan kebersihan. Apalagi mayoritas SWK bergerak di sektor kuliner sehingga kebersihan menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
Baca juga: Air PDAM Keruh hingga Berbau, DPRD Surabaya Soroti Pencemaran Kali Brantas
Dirinya juga menyarankan agar masing-masing SWK dapat saling berbagi pengalaman. SWK yang masih belum berkembang diharapkan bisa belajar dari SWK yang sudah lebih sukses.
“Kalau kita sekarang ngomongnya fokus ke kebersihan, walaupun banyak hal yang harus dibenahi seperti itu,” pungkasnya.
Editor : Redaksi