130 Sekolah di Majalengka Direvitalisasi, Tak Hanya Ruang Kelas

Bupati Eman saat meninjau rehabilitasi sekolah
Bupati Eman saat meninjau rehabilitasi sekolah

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka merevitalisasi 130 sekolah untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Perbaikan mencakup ruang kelas, toilet, ruang UKS, hingga sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Muhamad Umar Ma’ruf mengatakan revitalisasi tersebut menyasar jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Menurut dia, perbaikan fasilitas diharapkan membuat lingkungan sekolah lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Baca Juga: Bupati Majalengka Minta Penjual Miras Beralih Usaha

“Revitalisasi ini mencakup 130 sekolah. Pekerjaannya tidak hanya ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS dan sarana pendukung lainnya. Kita ingin sekolah memiliki lingkungan yang lebih layak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujar Muhamad Umar Ma’ruf.

Menurut dia, kondisi bangunan sekolah juga berkaitan dengan keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Karena itu, revitalisasi diharapkan memberi manfaat langsung terhadap aktivitas pendidikan sehari-hari.

“Harapannya, revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat langsung kepada sekolah. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, guru bisa mengajar dengan lebih baik, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan aman,” katanya.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut dia, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan kualitas pembelajaran dan tenaga pendidik, tetapi juga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Pemkab Majalengka Salurkan Air Bersih dan Benahi Irigasi

“Revitalisasi sekolah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat,” ujar Eman.

Eman mengatakan pemerintah daerah terus mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi sekolah kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah itu dilakukan karena kebutuhan perbaikan sarana pendidikan cukup besar, sementara kemampuan APBD terbatas.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak semua kebutuhan bisa diselesaikan sekaligus. Karena itu, kita terus mencari sumber dukungan lain, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi,” katanya.

Baca Juga: Ribuan Warga Majalengka Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

Ia mengatakan usulan pembangunan dan rehabilitasi disusun dengan melihat kondisi serta tingkat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dengan cara itu, sekolah yang membutuhkan penanganan dapat menjadi sasaran program secara bertahap.

“Target kita bukan hanya membangun gedung yang bagus, tetapi memastikan anak-anak Majalengka belajar di tempat yang aman, sehat dan nyaman,” ujar Eman.

Editor : Redaksi