SIDOARJO - Badan Karantina Indonesia (Barantin) membuka akses laboratorium karantina bagi mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo untuk memperkuat kemampuan praktik sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Akses tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari langsung penggunaan peralatan laboratorium dan proses pengujian yang diterapkan dalam kegiatan karantina, termasuk teknologi polymerase chain reaction (PCR).
Baca juga: Patroli di Ketapang, Barantin Temukan Ayam dalam Tas hingga 1 Ton Selada Tanpa Sertifikat
Plh Deputi Karantina Ikan Barantin Sugeng Sudiarto mengatakan, fasilitas laboratorium karantina yang tersebar di berbagai daerah dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengasah kemampuan yang diperoleh di bangku kuliah.
“Laboratorium karantina yang tersebar di seluruh Indonesia senantiasa terbuka bagi para mahasiswa yang ingin mempraktikkan dan mengasah keilmuannya,” ujar Sugeng di Jawa Timur, Senin, (28/9).
Dukungan akses bagai mahasiswa disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Senin (28/9). Kunjungan membahas optimalisasi penyerapan lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan ke dunia usaha dan dunia industri serta meninjau sarana dan prasarana pendidikan.
Sugeng menambahkan, pengalaman praktik diperlukan agar mahasiswa pendidikan vokasi tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal standar kerja, teknologi, dan kebutuhan kompetensi yang digunakan di lapangan.
Di Jawa Timur, dukungan tersebut akan diperkuat melalui fasilitas laboratorium Balai Karantina Jawa Timur.
Plt Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal mengatakan, pihaknya selama ini telah menerima mahasiswa untuk belajar dan menjalani praktik di laboratorium karantina.
Baca juga: Cegah Hama Lolos Bersama Komoditas, Karantina Jatim Perkuat Standar Fumigasi
“Sudah banyak mahasiswa yang belajar di laboratorium kami, baik itu bidang karantina hewan, ikan, maupun tumbuhan,” ujar Hudiansyah.
Ia mengatakan, kapasitas penerimaan mahasiswa untuk praktik maupun magang akan terus ditingkatkan.
“Dengan melihat antusiasme dan semangat belajar para mahasiswa tentu akan kami tingkatkan volume penerimaan program magang di laboratorium kami,” katanya.
Mahasiswa yang mengikuti praktik dapat memperoleh pengalaman menggunakan berbagai fasilitas dan peralatan pengujian yang digunakan dalam kegiatan karantina. Salah satunya adalah PCR, teknologi yang digunakan dalam pengujian laboratorium untuk mendeteksi materi genetik organisme tertentu.
Baca juga: Barantin dan Petugas Gabungan Gagalkan Pengiriman 48.800 Ekor Benih Lobster ke Singapura
Akses terhadap fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis mahasiswa sekaligus memberikan gambaran mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki sejumlah program studi di bidang perikanan, termasuk teknik budidaya, pengolahan produk perikanan, agribisnis, mekanisasi, hingga patologi perikanan. Politeknik KP Sidoarjo.
Dalam kunjungan tersebut, penguatan kurikulum, fasilitas praktik, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri menjadi bagian dari pembahasan untuk meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Turut hadir Kepala BPPSDM KKP, sivitas akademika Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, sejumlah instansi pemerintah, serta perusahaan di sektor kelautan dan perikanan.
Editor : Redaksi