Hari Karantina ke-149 di Jatim, Vaksin Rabies hingga Bazar Murah Dibuka

Reporter : Anil Rachman
Hari Karantina ke-149

SIDOARJO — Pagi itu, halaman Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur tidak sekadar dipenuhi peserta jalan sehat. Masyarakat juga datang untuk memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, berburu kebutuhan pangan dengan harga terjangkau hingga membawa hewan kesayangan untuk mendapatkan vaksinasi rabies.

Suasana tersebut mewarnai peringatan Hari Karantina ke-149 di Jawa Timur, Selasa (29/9).

Baca juga: Jaga Pasokan Susu Nasional, Komisi IV dan Barantin Perkuat Biosekuriti Sapi Perah

Peringatan kali ini dikemas lebih dekat dengan masyarakat. Selain menjadi momentum kebersamaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya karantina dalam menjaga kesehatan hewan, ikan dan tumbuhan, keamanan pangan, serta mencegah masuk dan tersebarnya penyakit maupun organisme pengganggu.

Sejumlah pejabat dan unsur organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia (Barantin) Shahandra Hanitiyo, yang mengenakan baju putih dan topi; Plt. Kepala Balai Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal, yang terlihat mengenakan kacamata; serta Ketua Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) Apris Beniawan

Dalam dokumentasi kegiatan, Shahandra Hanitiyo tampak berada di bagian tengah, sementara Hudiansyah Is Nursal berada di sebelah kanan dan drh. Apris Beniawan berada di sebelah kiri.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan jalan sehat yang diikuti peserta dari berbagai unsur. Setelah kembali ke lokasi, suasana berlanjut dengan sarapan, hiburan dan pengundian doorprize.

Memasuki acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan Plt. Kepala Balai Karantina Jawa Timur dan pembukaan oleh Sekretaris Utama Barantin.

Setelah itu, berbagai layanan publik dibuka bagi masyarakat.

Salah satu layanan yang mendapat perhatian masyarakat adalah pemeriksaan kesehatan gratis dari Tim BBKK.

Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh hingga deteksi dini tuberkulosis (TBC).

Di lokasi yang sama, bazar murah UMKM binaan dan panitia juga menyediakan sejumlah kebutuhan pangan dan sembako dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, tetapi sekaligus memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.

Sementara itu, Apris Beniawan, juga menyampaikan, bagi masyarakat yang membawa hewan kesayangan, tersedia layanan vaksinasi rabies gratis.

BKHIT Jawa Timur menyediakan 20 layanan vaksinasi rabies dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Layanan ini juga bertepatan dengan momentum Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.

Rabies menjadi perhatian karena merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan memiliki risiko fatal apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Di balik layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terdapat tugas yang jauh lebih besar yang dijalankan karantina.

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo menjelaskan, Hari Karantina ke-149 menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah sekaligus fungsi strategis karantina kepada masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat pemahaman yang keliru mengenai istilah karantina karena masyarakat mengenal adanya karantina kesehatan dan karantina hewan, ikan serta tumbuhan.

Badan Karantina Indonesia memiliki mandat dalam urusan karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Peran tersebut berkaitan dengan perlindungan sumber daya hayati, keamanan pangan dan keberlangsungan ekosistem.

Karantina bekerja mencegah masuk dan tersebarnya penyakit serta organisme pengganggu yang apabila lolos dapat memberikan dampak luas.

Baca juga: Barantin Buka Laboratorium Karantina untuk Mahasiswa, Bisa Belajar PCR hingga Pengujian

Salah satu gambaran ancaman tersebut terlihat dari pemeriksaan bahan tanaman dari luar negeri yang akan digunakan untuk rencana penanaman tebu di Papua Selatan.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan organisme pengganggu yang berpotensi mengancam tanaman.

Ancaman serupa juga dapat terjadi pada sektor peternakan. Penyakit seperti African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan produk hewan.

“Hal-hal kecil itu yang perlu kita jaga. Kalau lolos, dampaknya bisa menjadi besar,” ujar Shahandra.

Karena itu, pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran menjadi bagian penting dalam upaya melindungi sektor pertanian, peternakan dan ketahanan pangan nasional.

Ancaman tersebut sering kali tidak terlihat secara kasatmata. Namun ketika penyakit atau organisme pengganggu berhasil masuk dan menyebar, dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi produksi pangan dan perekonomian masyarakat.

Vaksinasi rabies gratis menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana layanan karantina dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat.

Masyarakat tidak hanya memperoleh vaksinasi bagi hewan kesayangan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyakit zoonosis.

Ketua Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) Apris Beniawan, mengatakan vaksinasi rabies merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan.

“Rabies sangat penting karena sifatnya zoonosis, bisa menular ke manusia. Kalau sudah terkena dan tidak mendapatkan penanganan cepat, bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan sekaligus memahami risiko penyakit yang dapat menular kepada manusia.

Baca juga: Barantin Buka Laboratorium Karantina untuk Mahasiswa, Bisa Belajar PCR hingga Pengujian

Lebih jauh, Apris Beniawan menilai tugas karantina tidak mungkin berjalan sendiri.

Pengawasan lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, pelaku usaha, mitra swasta hingga masyarakat.

Masyarakat yang memahami fungsi karantina diharapkan dapat ikut membantu dengan menyampaikan informasi apabila menemukan potensi penyelundupan atau lalu lintas komoditas yang berisiko membawa penyakit maupun organisme pengganggu.

“Kalau masyarakat sudah mengenal peran kita, mereka bisa ikut berkomunikasi dan membantu kita mencegah penyakit maupun penyelundupan,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, karantina tidak hanya hadir ketika masyarakat hendak membawa hewan, ikan atau tumbuhan melintasi wilayah.

Lebih dari itu, karantina menjadi bagian dari sistem perlindungan yang bekerja sejak dini untuk mencegah ancaman sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Peringatan Hari Karantina ke-149 di Jawa Timur pun menjadi gambaran bagaimana fungsi perlindungan tersebut diperkenalkan melalui kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, bazar murah hingga vaksinasi rabies menjadi satu rangkaian yang mempertemukan edukasi, pelayanan publik dan kebersamaan.

Sebab, di balik aktivitas pemeriksaan di pintu masuk dan keluar wilayah, terdapat misi yang lebih besar: menjaga kesehatan hewan, ikan dan tumbuhan, melindungi keamanan pangan, mencegah penyebaran penyakit serta menjaga keberlanjutan ekosistem Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengundian grand prize dan penutupan kegiatan.

Editor : Redaksi

Politik
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru